ECONOMICS

Krakatau Osaka Steel Bangkrut, Kemenperin Soroti Produk Baja Impor Murah

Rahmat Fiansyah 06/05/2026 01:00 WIB

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membenarkan kabar bahwa PT Krakatau Osaka Steel (KOS) menghentikan produksinya sejak April 2026.

Kementerian Perindustrian membenarkan kabar bahwa PT Krakatau Osaka Steel (KOS) menghentikan produksinya sejak April 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membenarkan kabar bahwa PT Krakatau Osaka Steel (KOS) menghentikan produksinya sejak April 2026. Keputusan tersebut dinilai mencerminkan kesulitan yang dialami produsen baja dalam negeri dalam menghadapi produk impor, terutama dari China.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri mengatakan, kebangkrutan KOS menunjukkan melemahnya permintaan baja domestik, khususnya di sektor konstruksi serta meningkatnya persaingan dengan produk impor dengan harga yang jauh lebih murah. Produsen global, terutama dari China, dinilai memiliki keunggulan dari sisi skala produksi dan efisiensi biaya.

“Kondisi ini menempatkan industri baja nasional pada posisi yang sulit. Di satu sisi, produsen dalam negeri berkomitmen menjaga kualitas produk, namun di sisi lain harus menghadapi tekanan harga dari produk impor yang lebih rendah,” katanya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Febri mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keberlangsungan industri baja nasional. Di antaranya pengendalian impor melalui kebijakan larangan dan pembatasan (lartas), kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI), penyediaan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), serta insentif bea masuk nol persen untuk bahan baku billet.

Kendati demikian, dia menilai diperlukan penguatan kebijakan lanjutan untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga stabilitas industri baja.

“Kami akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional,” ujarnya.

Febri juga mengaku prihatin atas langkah KOS menutup operasionalnya. Dia menilai, penutupan tersebut berdampak pada tenaga kerja yang ikut terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Pemerintah memahami bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Berdiri sejak 2012, KOS selama ini memproduksi produk baja seperti reinforced bars dan equal angels. KOS adalah perusahaan patungan yang dimiliki oleh Osaka Steel (anak usaha Nippon Steel) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) dengan porsi saham 86:14.

Penutupan operasional diputuskan dalam Rapat Dewan Direksi KOS pada 23 Januari 2026. Perusahaan tersebut mengalami kerugian sejak 2022 dan mencapai puncaknya pada 2024 seiring berkurangnya anggaran pemerintah untuk sektor infrastruktur.

KOS sempat membukukan laba bersih pada 2021. Namun pada 2024, perusahaan mencatat penjualan sebesar 25,3 miliar yen dengan rugi bersih 1,3 miliar yen. Perusahaan akhirnya gulung tikar pada tahun ini.

(Rahmat Fiansyah/Sheqilla Sukma)

SHARE