ECONOMICS

Kurangi Banjir di Jabodetabek, Pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey Dikebut

Rohman Wibowo 11/04/2026 00:05 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Jawa Barat.

Kementerian PU terus mempercepat pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Jawa Barat. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Jawa Barat sebagai langkah antisipasi mengurangi banjir di Jabodetabek.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan dua bendungan tersebut sangat vital bagi pengendalian banjir. Keberadaan dua bendungan penting untuk meredam banjir di hulu sungai yang beririsan dengan beberapa kawasan di Jawa Barat.

"Cibeet dan Cijurey targetnya saya berharap bisa selesai paling tidak 2027-2028, karena dengan mata kepala saya sendiri melihat, kalau itu tidak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang, Tangerang, Bekasi banjir lagi," kata Dody saat ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bendungan Cibeet dan Cijurey merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang pembangunannya menggunakan skema kontrak multi-tahun (multi years contract) dengan total nilai lebih dari Rp9 triliun. Rinciannya sebanyak Rp5,4 triliun untuk pengerjaan Bendungan Cibeet dan Rp3,7 triliun untuk Bendungan Cijurey.

Selain pengendalian banjir, Bendungan Cibeet diproyeksikan juga memiliki manfaat sebagai irigasi untuk lahan tanam seluas 8.837 hektare (ha) dan manfaat air baku bagi kebutuhan masyarakat dan industri sebesar 3,77 m3/detik dan PLTA sebesar 0,25 MW serta mampu mereduksi banjir hingga 6.080 ha.

Sedangkan, Bendungan Cijurey akan memiliki kapasitas tampung sebesar 14,37 juta m3 dengan luas genangan mencapai 56,15 ha. Bendungan ini diperkirakan dapat mereduksi banjir di hulu Sungai Cihoe hingga 3.605 ha dan dimanfaatkan untuk irigasi seluas 561 ha serta menghasilkan air baku sebesar 710 liter/detik serta PLTA sebesar 2×0,5 MW.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE