Laba Bersih Tumbuh 51 Persen, IIF Siapkan Pembagian Dividen Rp74 Miliar
pembagian dividen sengaja dilakukan sebagai bentuk apresiasi IIF terhadap dukungan yang selama ini diberikan pemegang saham terhadap kinerja Perseroan.
IDXChannel - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengonfirmasi capaian positif atas kinerjanya di sepanjang 2025 lalu, dengan meraup laba bersih sebesar Rp185,3 miliar, atau tumbuh 51 persen dibanding realisasi laba Perseroan pada 2024.
Atas capaian tersebut, IIF bakal menggunakan sebagian di antaranya untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen 2025, yang nominalnya telah disepakati sebesar Rp74 miliar, atau setara dengan Rp29,1 per saham.
Nilai tersebut mencerminkan dividen payout ratio sebesar 40 persen, atau lebih besar 35 persen dibanding nilai dan porsi dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2024 lalu.
"Rencana pembagian (dividen) ini sendiri telah disetujui dalam RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) yang kami gelar pada akhir April 2026 kemarin," ujar Presiden Direktur sekaligus Chie Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Menurut Rizki, pembagian dividen sengaja dilakukan sebagai bentuk apresiasi IIF terhadap dukungan yang selama ini diberikan pemegang saham terhadap kinerja Perseroan, sehingga dapat menghasilkan capaian kinerja positif dan maksimal.
Capaian kinerja positif itu sendiri, dikatakan Rizki, ditopang oleh penurunan cost of funds, sehingga manajemen dapat menawarkan pricing yang kompetitif bagi nasabah.
"Selain itu, kami terus memperkuat manajemen risiko, berinvestasi pada pengembangan SDM, dan meluncurkan inisiatif produk baru. Hal ini membuat IIF tetap agile, tangguh, dan siap mendukung beragam kebutuhan sektor infrastruktur," ujar Rizki.
Sepanjang 2025, IIF meraih sejumlah penghargaan dari institusi domestik dan internasional di bidang ESG, fundraising inovatif, pembiayaan proyek, dan sumber daya manusia.
Ke depan, Rizki menjelaskan, pihaknya akan terus membangun kapabilitas dan berkolaborasi dengan lembaga keuangan, investor, serta pelaku usaha, guna memperkuat peran IIF dalam melengkapi perbankan dan pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur.
Memasuki 2026, IIF juga bakal memperkuat dan mendiversifikasi sumber pendanaan. Perseroan telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional, serta menargetkan tambahan pendanaan hingga Rp5 triliun pada tahun ini.
Di sisi pembiayaan, IIF baru saja menandatangani komitmen pembiayaan sebesar Rp485,6 miliar untuk sektor infrastruktur kesehatan, dengan komitmen di sektor lain diharapkan terealisasi dalam beberapa bulan mendatang.
"Di sisi advisory, IIF juga telah memperoleh mandat baru dar klien, termasuk untuk membantu implementasi ESG berstandar internasional," ujar Rizki.
(taufan sukma)