Laba Saudi Aramco Tembus Rp600 Triliun pada Kuartal II-2026, Melonjak 33 Persen
Saudi Aramco melaporkan peningkatan laba sebesar 33 persen pada kuartal II-2026, didorong oleh lonjakan harga minyak akibat perang.
IDXChannel - Saudi Aramco melaporkan peningkatan laba sebesar 33 persen pada kuartal II-2026, didorong oleh lonjakan harga minyak akibat perang.
Laba bersih perusahaan minyak Arab Saudi itu mencapai USD33,4 miliar, sekitar Rp603 triliun, pada kuartal lalu.
Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (4/8/2026), angka itu lebih tinggi dari USD25,2 miliar yang dicatat pada periode yang sama tahun lalu.
Angkanya juga melampaui perkiraan analis sebesar USD31,1 miliar, menurut survei yang dilakukan Bloomberg.
Rata-rata harga minyak mentah Brent berada di kisaran USD97 per barel selama kuartal tersebut. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Keadaan tersebut menghasilkan keuntungan besar bagi Aramco, yang mengalihkan sebagian besar ekspor dari Selat Hormuz ke Laut Merah.
Namun, Aramco kini menghadapi risiko baru karena kelompok Houthi asal Yaman mengancam akan menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah.
Aramco juga diuntungkan dari lonjakan harga produk minyak seperti solar dan bahan bakar jet, yang seringkali melampaui kenaikan harga minyak mentah. Bahkan ketika harga Brent turun kembali di bawah USD75 per barel setelah kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, harga produk turunannya tetap tinggi. (Wahyu Dwi Anggoro)