ECONOMICS

Lalu Lintas Selat Hormuz Tertekan, hanya 5 Kapal Melintas dalam 24 Jam

Nia Deviyana 25/04/2026 15:25 WIB

Hanya lima kapal, termasuk satu kapal tanker produk minyak Iran, yang melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, menurut data pelayaran pada Jumat. 

Lalu Lintas Selat Hormuz Tertekan, hanya 5 Kapal Melintas dalam 24 Jam. Foto: AP.

IDXChannel - Hanya lima kapal, termasuk satu kapal tanker produk minyak Iran, yang melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, menurut data pelayaran pada Jumat. 

Hal ini terjadi setelah Iran menyita dua kapal kontainer pekan ini dan Amerika Serikat (AS) terus memblokade pelabuhan Iran.

Angka tersebut hanya merupakan sebagian kecil dari rata-rata 140 pelayaran harian sebelum perang Iran dimulai pada 28 Februari.

“Bagi sebagian besar perusahaan pelayaran, mereka membutuhkan gencatan senjata yang stabil serta jaminan dari kedua pihak yang berkonflik bahwa Selat Hormuz aman untuk dilalui,” kata kepala keselamatan dan keamanan di asosiasi pelayaran BIMCO, Jakob Larsen, dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2026).

Untuk sementara, pelayaran akan dibatasi menggunakan rute yang dekat dengan Iran dan Oman. Karena sifatnya yang sempit, rute ini tidak dapat dengan aman menampung volume normal kapal yang biasanya melintasi Selat Hormuz.

Kapal tanker produk minyak berbendera Iran, Niki, yang terkena sanksi AS, termasuk di antara sedikit kapal yang keluar dari selat tanpa tujuan yang tercantum, menurut analisis Kpler dan data pelacakan di platform MarineTraffic pada Jumat.

Belum jelas apa yang akan terjadi jika kapal tersebut terus berlayar lebih jauh ke arah timur menuju garis blokade yang diberlakukan Angkatan Laut AS.

Hampir dua bulan setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, belum terlihat tanda-tanda dimulainya kembali perundingan damai.

Perusahaan pelayaran kontainer Hapag-Lloyd mengatakan pada Jumat bahwa salah satu kapalnya telah melintasi selat, namun tidak memberikan rincian mengenai kondisi atau waktunya.

Sementara itu, supertanker berbendera Komoro, Helga, tiba di terminal pemuatan minyak lepas pantai di pelabuhan Basra, Irak selatan, pada Jumat, menjadi kapal kedua yang mencapai Irak sejak penutupan selat.

Penggunaan kapal-kapal kecil berkecepatan tinggi oleh Iran untuk menyita dua kapal kontainer di dekat selat pada Rabu semakin meningkatkan kekhawatiran di kalangan perusahaan pelayaran dan minyak.

“Penyitaan terbaru ini menunjukkan bahwa bahkan Selat Hormuz yang ‘terbuka’ pun tidak benar-benar aman bagi pelaut, kapal, dan kargo,” kata kepala analis di platform intelijen pengiriman laut dan udara Xeneta, Peter Sand, dalam sebuah catatan.

(NIA DEVIYANA)

SHARE