Lima Negara Investor Terbesar di Indonesia Sepanjang 2025, China Nomor Tiga
Terdapat lima negara yang menjadi kontributor terbesar dalam realisasi PMA sepanjang 2025.
IDXChannel - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp900,9 triliun, atau berkontribusi 46,6 persen dari total realisasi investasi nasional sebesar Rp1.931,2 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan, terdapat lima negara yang menjadi kontributor terbesar dalam realisasi PMA sepanjang 2025.
Singapura menempati posisi puncak dengan nilai investasi mencapai USD17,4 miliar, disusul oleh Hong Kong di peringkat kedua dengan total USD10,6 miliar.
Selanjutnya, China memberikan kontribusi sebesar USD7,5 miliar, diikuti oleh Malaysia dengan nilai USD4,5 miliar, dan Jepang yang melengkapi jajaran lima besar dengan realisasi investasi senilai USD3,1 miliar.
"Memang investasi luar negeri ini tetap terjadi, karena mereka melihat bahwa di tempat kita masih menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan itu yang mereka lihat," ujar Rosan dalam konferensi pers Realisasi Investasi 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya menjadi tujuan utama dengan nilai investasi USD14,6 miliar atau sekitar 26,0 persen dari total PMA.
Posisi berikutnya ditempati Pertambangan sebesar USD4,7 miliar (8,4 persen), diikuti Jasa Lainnya USD4,5 miliar (8,0 persen), Industri Kimia dan Farmasi USD3,8 miliar (6,8 persen), serta Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi USD3,3 miliar (5,8 persen).
Sementara itu, pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), investasi paling besar mengalir ke sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi dengan nilai Rp158,6 triliun (15,4 persen).
Di peringkat kedua ada Pertambangan sebesar Rp123,8 triliun (12,0 persen), disusul Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp99,6 triliun (9,7 persen), Jasa Lainnya Rp98,6 triliun (9,6 persen), serta Perdagangan dan Reparasi Rp92,9 triliun (9,0 persen).
Penulis: Nasywa Salsabila
(Dhera Arizona)