LNG dari Proyek Gas Abadi Banyak Diminati di Tengah Krisis Hormuz
Perusahaan energi Jepang, Inpex, mengatakan bahwa gas alam cair (LNG) dari proyek Abadi Masela diminati banyak pembeli.
IDXChannel - Perusahaan energi Jepang, Inpex, mengatakan bahwa gas alam cair (LNG) dari proyek Abadi Masela diminati banyak pembeli.
"Kami telah menerima permintaan informasi yang mencakup lebih dari setengah produksi proyek LNG Abadi yang direncanakan," kata CEO Inpex Takayuki Ueda dalam sebuah wawancara, dilansir dari Nikkei pada Rabu (16/9/2026).
Di tengah penutupan Selat Hormuz dan konflik di Laut Merah, banyak pembeli mencari sumber LNG di luar Timur Tengah.
Menurut Ueda, Inpex hampir mencapai kesepakatan mengenai persyaratan, volume, dan harga dengan perusahaan-perusahaan besar, termasuk BP dan Shell.
Terletak di Maluku, proyek gas Abadi Masela ditargetkan untuk memproduksi 9,5 juta metrik ton LNG per tahun.
Dengan nilai investasi sebanyak USD20,9 miliar atau sekitar Rp360 triliun, Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek tersebut pada Juli lalu.
Dalam proyek ini, Inpex bertindak sebagai operator utama sekaligus pemegang saham mayoritas.
(Wahyu Dwi Anggoro)