ECONOMICS

Marak Robot Trading Abal-abal, Pengamat TI: Jangan Percaya Siapapun

Novie Fauziah 05/04/2022 18:25 WIB

Masa pandemi Covid-19 membuat sektor investasi dilirik oleh masyarakat, hal ini membuat sejumlah orang tak bertanggung jawab mencoba memanfaatkan momen itu.

Marak Robot Trading Abal-abal, Pengamat TI: Jangan Percaya Siapapun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Masa pandemi Covid-19 membuat sektor investasi dilirik oleh masyarakat, hal ini membuat sejumlah orang tak bertanggung jawab mencoba memanfaatkan momen tersebut. Salah satunya membuat robot trading dengan iming-iming keuntungan besar.

Saat ini mulai bermunculan modus robot trading yang memakai skema Ponzi. Tak tanggung-tanggung, para korban yang mengikuti investasi jenis ini kerugiannya mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah.

Pengamat TI dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, investasi kekinian harus diwaspadai. Misalnya seperti robot trading, NFT, adanya investasi tapi ternyata menggunakan skema ponzi atau MLM dan juga aset kripto

"Semua harus waspada dan hati-hati," katanya saat dihubungi MNC Portal, Selasa (05/04/22).

Heru melanjutkan, bahkan meski sudah berizin masyarakat diminta harus berhati-hati. Hal ini dikarenakan, potensi uang hilang dengan berbagai sebab bisa terjadi begitu saja.

"Termasuk yang melayani jasa bursa aset kripto. Kasus kalah bayar, owner meninggal, serangan siber, semua berpotensi terjadi," terangnya.

Ia memberikan contoh kasus melalui film di Netflix berjudul "Trust No One: The Hunt for the Crypto King". Di mana dalam film tersebut menceritakan kejadian yang saat ini banyak dilakukan, yaitu sebagian orang percaya dan memilih berinvestasi melalui trading atau crypto.

Kemudian Heru pun mengunggah di akun Instagram miliknya @sutadiheru, beberapa investasi bodong, memakan korban tidak sedikit hingga mengalami kerugian hingga triliunan rupiah.

Oleh karena itu, kata Heru, masyarakat diminta terang-terangan jika menjadi korban penipuan modus investasi tersebut. Serta jangan pernah mudah percaya dengan iming-iming keuntungan melimpah, dan cepat. Alih-alih ingin mendapatkan keuntungan, malah berujung kerugian yang fatal.

"Jadi jangan percaya pada siapapun," katanya.

"Kalau gunakan robot, ya robot harus bisa dipakai untuk bursa berbeda, alat berbeda atau platform berbeda. Kalau robotnya hanya bisa disatu metode saja, itu pasti penipuan," tambahnya.

Dia menegaskan, masyarakat harus terlebih dahulu melihat dan pelajari secara jelas. Apakah itu investasi, judi online misalnya, atau ada skema ponzi. Dari mengetahui itu maka bisa memutuskan bahwa investasi Tere bodong atau tidak. (TYO)

SHARE