ECONOMICS

Maskapai Penerbangan AS Spirit Airlines Akan PHK 200 Karyawan, Ini Penyebabnya

Ibnu Hariyanto 17/01/2025 11:30 WIB

Maskapai penerbangan biaya rendah di Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines akan memangkas 200 pekerjaan untuk mengurangi beban biaya.

Maskapai penerbangan biaya rendah di Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines akan memangkas 200 pekerjaan untuk mengurangi beban biaya. (foto: MNC Media)

IDXChannel- Maskapai penerbangan biaya rendah di Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines akan memangkas 200 pekerjaan untuk mengurangi beban biaya. Spirit Airlines sudah mengajukan  kebangkrutan pada November 2024.

Dilansir CNN, Jumat (17/1/2025), Spirit Airlines mengajukan perlindungan kebangkrutan bab 11 karena mengalami masalah utang, persaingan dengan maskapai berbiaya rendah lainnya, hingga upaya merger yang gagal dengan maskapai lain.

Spirit Airlines akhirnya mengambil keputusan sulit untuk melakukan pemangkasan karyawan.

"Kami menjalankan rencana untuk merampingkan organisasi kami agar sesuai dengan ukuran armada kami saat ini dan tingkat penerbangan kami dan pada akhirnya mengoptimalkan maskapai kami," kata juru bicara Spirit Airlines.

"Setelah meninjau struktur organisasi kami, kami telah membuat keputusan sulit untuk menghilangkan sekitar 200 posisi dari berbagai departemen di seluruh maskapai," tuturnya.

Dia menjelaskan pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut dilaukan untuk menghemat biaya. Dia menegaskan upaya PHK itu berbeda dengan pengajuan kebangkrutan.

Perlindungan kebangkrutan bab 11 ini memungkinkan perusahaan untuk terus beroperasi sambil merestrukturisasi utangnya.

Padahal pada Februari 2022, maskapai penerbangan Frontier dan Spirit mengumumkan merger senilai USD6,6 miliar dan berpotensi jadi maskapai penerbangan terbesar kelima di Amerika.

Namun upaya merger itu gagal. Kesepakatan tersebut tidak disetujui oleh mayoritas pemegang saham Spirit karena dinilai tidak menguntungkan secara finansial dibanding merger dengan JetBlue

Di sisi lain, manajemen Spirit Airlines mendukung merger dengan Frontier. Manajemen yakin merger dengan JetBlue tidak akan disetujui oleh regulator.

Lalu pada Maret 2022, pengadilan federal memblokir upaya JetBlue untuk membeli Spirit Airlines dengan alasan antimonopoli. Departemen Kehakiman berpendapat bahwa harga tiket pesawat dapat naik jika Spirit tidak lagi menjadi maskapai penerbangan independen.

Spirit Airlines kini berharap bisa keluar dari kebangkrutan pada kuartal pertama 2025. Spirit Airlines saat ini memiliki hampir 13.000 karyawan dan 8.000 kontraktor independen dan pekerja sementara.

(Ibnu Hariyanto)

SHARE