Mendag Ajak Kadin Perkuat Kerja Sama untuk Dorong Ekspor Berbagai Komoditas
Pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor nasional melalui penguatan kolaborasi antara pusat dan daerah, serta sinergi dengan dunia usaha.
IDXChannel - Pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor nasional melalui penguatan kolaborasi antara pusat dan daerah, serta sinergi dengan dunia usaha.
Hal ini ditegaskan Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menteri yang akrab disapa Busan itu menyampaikan bahwa kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk meningkatkan ekspor dari berbagai komoditas, sekaligus menjaga pertumbuhan pasar domestik.
"Kita terus kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam hal ini Kadin dan seluruh asosiasi. Bagaimana pertama kita ekspor kita terus meningkat dari beberapa komoditas dan juga bagaimana pasar dalam negeri tetap terus tumbuh," kata Mendag.
Menurutnya, berbagai program strategis akan dijalankan secara bersama-sama, dengan dukungan penuh dari pelaku usaha. Sinergi tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga melibatkan Kadin di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
"Kita bareng-bareng, kita tingkatkan ekspor kita, kita tingkatkan daya saing kita, dan tentu pasar di dalam negeri supaya terus tumbuh dengan harapan yang kita inginkan bersama," tuturnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie menilai terdapat tiga fokus utama dalam penguatan sektor perdagangan nasional, yakni stabilitas perdagangan dalam negeri, ekspansi pasar ekspor, dan peningkatan investasi.
Ia menekankan pentingnya perdagangan antar daerah sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional, mengingat tidak semua daerah memiliki komoditas yang sama.
"38 provinsi bisa berdagang satu sama lain karena tidak semuanya menghasilkan hal yang sama. Jadi ini bisa menjadi ketahanan ekonomi sendiri," katanya.
Di sisi lain, pemerintah dinilai telah membuka akses pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Kanada, hingga Uni Emirat Arab. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan devisa, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Selain itu, Anindya menyoroti pertumbuhan investasi yang mencapai Rp500 triliun pada kuartal I-2026. Menurutnya, investasi tersebut didominasi oleh skala menengah yang membuka peluang besar bagi pelaku usaha di daerah.
"Saya rasa ini adalah yang sangat penting karena ujung-ujungnya adalah perdagangan. Kita berinvestasi untuk bisa berdagang, itu akan menghasilkan kekuatan lainnya seperti konsumsi domestik," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)