Mendag Targetkan Transaksi Trade Expo 2026 Tembus Rp293 Triliun
Target tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD16,5 miliar atau setara Rp273 triliun.
IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan transaksi dagang dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 menembus USD17,5 miliar atau setara Rp293 triliun.
Target tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD16,5 miliar atau setara Rp273 triliun.
"Kita targetkan tahun ini transaksinya adalah USD17,5 miliar. Tahun lalu targetnya adalah USD16,5 miliar dan tercapai sebesar USD22,83 miliar. Harapan kita dengan target USD17,5 ini nanti juga akan tercapai lebih tinggi," kata Budi dalam konferensi pers, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, target ambisius tersebut dapat mendorong peningkatan ekspor nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
"Kita lihat ekspor kita tahun lalu juga mengalami kenaikan 6,15 persen, meskipun di situasi global perdagangan internasional yang seperti ini. Jadi kami optimis transaksi akan berjalan dengan baik dan tentu ekspor kita tahun depan kita harapkan akan meningkat lebih besar," tutur dia.
Mendag menambahkan, TEI 2026 akan dilaksanakan melalui tiga tahapan untuk memastikan transaksi berjalan optimal.
Sejak tahap pendaftaran, para eksibitor akan langsung difasilitasi kegiatan business matching dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.
"Dari awal langsung dicarikan buyer-nya. Sehingga, tidak semata-mata datang ke playground kemudian baru ketemu dengan para eksibitor, tapi harus dipersiapkan lebih awal," katanya
Sementara itu, tahap kedua berlangsung saat pelaksanaan TEI pada 14-18 Oktober 2026, di mana diharapkan terjadi transaksi konkret ketika para buyer mancanegara hadir secara langsung.
Pada tahap ketiga pasca-penyelenggaraan, pemerintah akan memonitor tindak lanjut kesepakatan dagang agar tidak terhambat kendala teknis.
"Kita monitor perwakilan kita dan juga kita semua memonitor bagaimana transaksi dagang yang sudah dilakukan itu berjalan dengan baik. Jangan sampai misalnya ada kendala teknis sehingga menjadi terhambat, yaitu kita pastikan bahwa transaksi dagang yang sudah ditandatangani akan berjalan dengan baik," tutur Mendag.
(DESI ANGRIANI)