Menkeu AS Sebut China Berpotensi Kembangkan Aset Digital Berbasis Emas
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyinggung kemungkinan China sedang mengembangkan aset digital yang dipatok ke emas alih-alih yuan.
IDXChannel - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyinggung kemungkinan China sedang mengembangkan aset digital yang dipatok ke emas alih-alih yuan.
Dilansir dari Benzinga pada Senin (9/2/2026), aset digital tersebut dapat digunakan untuk menantang dominasi dolar AS.
"Ada banyak rumor bahwa China mungkin sedang mengembangkan aset digital yang didukung oleh sesuatu selain RMB, mungkin berbasis emas," kata Bessent kepada Senat baru-baru ini.
"Kami belum melihatnya. Tetapi mereka memiliki Hong Kong sebagai tempat uji coba. Dan Otoritas Moneter Hong Kong secara aktif berkeliling dunia untuk melihat berbagai mekanisme. Jadi saya tidak akan terkejut (jika rumor itu benar)," katanya.
Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) berfungsi sebagai tempat uji coba inovasi keuangan oleh Beijing tanpa secara langsung melibatkan otoritas China daratan.
Dengan beroperasi melalui Hong Kong, Beijing dapat bereksperimen dengan struktur aset digital secara diam-diam.
Aset digital yang didukung emas akan bersaing langsung dengan status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia, terutama dengan menawarkan penyimpanan nilai yang stabil dan tidak tunduk pada kebijakan moneter atau sanksi AS.
Hal ini berbeda dengan yuan digital yang ada saat ini, yang tetap terikat pada RMB.
Komentar Bessent muncul ketika harga emas baru-baru ini mencapai rekor tertinggi di atas USD5.600 per ons sebelum terjadi koreksi tajam, dan ketika pasar kripto bergulat dengan ketidakpastian regulasi di AS. (Wahyu Dwi Anggoro)