ECONOMICS

Menpar Pede Jumlah Kunjungan Turis Mancanegara Tembus 15 Juta di Akhir 2025

Dwinarto 22/01/2026 12:42 WIB

Menpar optimistis jumlah kujungan turis asing menyentuh 15,34 juta kunjungan pada akhir Desember, melampaui target batas atas sebesar 15 juta kunjungan.

Menpar Pede Jumlah Kunjungan Turis Mancanegara Tembus 15 Juta di Akhir 2025. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengklaim sektor pariwisata Indonesia mencatat kinerja solid pada tahun lalu. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta pada periode Januari–November 2025.

Dia pun memproyeksi jumlah kujungan turis asing menyentuh 15,34 juta kunjungan pada akhir Desember, melampaui target batas atas sebesar 15 juta kunjungan.

Widiyanti mengatakan rata-rata pengeluaran per kunjungan wisatawan internasional meningkat menjadi USD1.259 dolar pada tiga kuartal I-2025. Menurutnya, angka tersebut melampaui target USD1.220.

Dampaknya, penerimaan devisa pariwisata tercatat sebesar USD13,82 miliar dan diproyeksikan menembus USD18,53 miliar pada akhir tahun.

Lebih lanjut, Widiyanti mengatakan sektor pariwisata juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja dengan menyerap 25,91 juta tenaga kerja per Agustus 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 26,53 juta pada 2026.

Menpar juga secara transparan memaparkan posisi Indonesia di tingkat ASEAN. Widyanti mengklaim sisi jumlah kunjungan absolut pada periode Januari–November 2025, Indonesia menempati peringkat kelima.

Tantangan utama yang dihadapi antara lain tingginya brand awareness negara tetangga, seperti Thailand melalui diplomasi kuliner globalnya, serta kebijakan visa Indonesia yang relatif lebih ketat.

Namun, dari sisi pertumbuhan, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di kawasan. MWidiyanti juga menekankan pentingnya penggunaan data yang adil dalam perbandingan kinerja antarnegara.

“Jika kita membandingkan dengan Malaysia, misalnya, kita perlu mengecualikan data ekskursionis, yakni pelancong yang hanya melintas singkat untuk kebutuhan harian. Dengan perbandingan yang setara, pertumbuhan Indonesia sangat kompetitif,” katanya sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenpar pada Kamis (22/1/2026).

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE