ECONOMICS

Menpar Sebut Kunjungan dan Pengeluaran Wisman Meningkat pada Kuartal I-2026

Rohman Wibowo 11/05/2026 07:32 WIB

Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026.

Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya aktivitas ekonomi di bidang pariwisata yang berkorelasi langsung dengan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta frekuensi perjalanan wisatawan domestik.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa kunjungan wisman pada Maret 2026 menyentuh angka 1,09 juta. Kunjungan wisman ini mencatatkan kenaikan sebesar 10,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 984.769 kunjungan.

Jika dilihat secara year-to-date (ytd) untuk periode Januari hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisman pun mengalami peningkatan sebesar 8,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Dalam menyiasati potensi penurunan kunjungan akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah, Indonesia mengandalkan strategi pariwisata yang adaptif. Pendekatan ini membuahkan hasil positif, terlihat dari lonjakan wisatawan mancanegara asal Oseania yang melesat 19,32 persen, disusul Asia Tenggara dengan pertumbuhan 18,84 persen, serta wilayah Asia lainnya sebesar 8,03 persen.

Selain jumlah kunjungan, rata-rata pengeluaran wisman (Average Spending per Arrival/ASPA) pada kuartal I-2026 berada di angka USD1.345,61 atau sekitar Rp22,87 juta (dengan kurs Rp16.992 per dolar AS pada 31 Maret 2026). Capaian ini tumbuh 5,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kementerian Pariwisata akan konsisten melakukan pengembangan produk serta paket wisata yang relevan. Langkah ini diambil untuk mendorong pariwisata berkualitas yang memberikan dampak menguntungkan bagi ekonomi, sosial budaya, hingga pelestarian lingkungan," ujar Widiyanti dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/5/2026).

Beralih ke sektor domestik, jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Maret 2026 tercatat mencapai 126,34 juta, melonjak 42,10 persen dibandingkan Maret 2025. Kenaikan ini dipicu oleh libur panjang Nyepi dan Idul Fitri di bulan tersebut, yang dibarengi dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Secara akumulatif pada kuartal I-2026, perjalanan wisatawan lokal naik 13,14 persen menjadi 319,51 juta perjalanan.

Kemenpar turut mencermati tren perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri. Tercatat ada 793.158 perjalanan wisatawan nasional selama Maret 2026, yang meningkat 36,26 persen dibandingkan Maret 2025; angka ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh periode libur hari raya.

Kendati demikian, arus kunjungan wisatawan asing baik pada Maret 2026 maupun akumulasi kuartal pertama masih lebih besar dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri jika dibandingkan dengan periode serupa di 2025. Tercatat surplus 0,30 juta kunjungan pada Maret 2026, dan surplus 0,94 juta kunjungan untuk periode Januari–Maret 2026. Situasi ini memberikan kontribusi positif terhadap net devisa sektor pariwisata Indonesia.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE