Mentan Pastikan Ancaman El Nino Godzilla Tak Ganggu Stok Pangan Nasional
Berbekal pengalaman menghadapi El Nino pada 2023-2024, pemerintah memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi pangan tetap stabil.
IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ancaman gagal panen akibat fenomena El Nino ‘Godzilla’ yang diperkirakan terjadi tahun ini tidak akan memengaruhi ketersediaan stok pangan nasional. Meski di beberapa daerah berpotensi mengalami kekeringan, Amran menegaskan dampaknya hanya berskala kecil.
“Mungkin ada kecil-kecil (gagal panen), tapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional,” kata Amran usai menghadiri rapat terbatas mengenai Penanganan Cuaca Ekstrem dan Penanggulangan Bencana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Pemerintah, kata dia, telah mengantisipasi potensi dampak El Nino jauh sebelum fenomena tersebut terjadi. Berbekal pengalaman menghadapi El Nino pada 2023-2024, pemerintah memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi pangan tetap stabil.
“Jadi insyaallah El Nino ini kan El Nino Godzilla. Tapi kita sudah antisipasi bukan saja tahun ini, tapi kita antisipasi sejak awal pemerintahan. Di saat awal pemerintahan Bapak Presiden Prabowo-Gibran itu sudah ada El Nino 2023-2024,” ujarnya.
Menurut Amran, antisipasi tersebut dilakukan melalui berbagai program, mulai dari penyebaran sekitar 150 ribu pompa air di seluruh Indonesia, perbaikan jaringan irigasi hingga sekitar 900 ribu hektare, penyediaan benih tahan kekeringan, optimalisasi lahan rawa sekitar 800 ribu hektare, pencetakan lebih dari 200 ribu hektare sawah baru, hingga pembangunan embung serta sumur dangkal dan sumur dalam.
Terlepas dari adanya fenomena El Nino, dia menilai kondisi cuaca saat ini justru memberikan keuntungan bagi sektor pertanian karena hujan masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Dulu awalnya rencana katanya bulan April, ternyata banjir. Bulan Mei banjir lagi, bulan Juni banjir lagi. BMKG kemarin mengumumkan Jawa Timur, beberapa provinsi seluruh Indonesia ada hujan lebat dan itu harus diantisipasi. Jadi ini berkah untuk petani Indonesia,” katanya.
Amran menegaskan, stok pangan nasional juga berada dalam kondisi aman. Cadangan beras pemerintah di Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton dan ditopang oleh produksi padi yang masih berjalan.
“Dan yang terpenting hari ini stok kita tetap bertahan di 5,2 juta ton. Jadi insyaallah aman. Kalau sekarang persiapan kita, stok pangan kita aman,” ujarnya.
Saat ini terdapat standing crop atau tanaman padi yang sedang tumbuh dengan potensi produksi sekitar 10-11 juta ton. Selain itu, stok beras di rumah tangga, hotel, restoran, dan sektor horeka diperkirakan mencapai sekitar 12 juta ton.
“Standing crop nilainya itu kurang lebih 10-11 juta ton. Standing crop yang ditanam sekarang daerah irigasi itu akan tetap produksi kalaupun ada kering. Yang kedua adalah di hotel, rumah, horeka itu ada 12 juta ton. Kemudian di Bulog ada 5 juta ton. Ya masih bisa 10 bulan. Kalau kita hitung 10 bulan ke depan, Maret itu panen puncak. Jadi aman,” kata Amran.
Dia juga memastikan fenomena El Nino tidak akan memicu lonjakan harga beras karena pemerintah memiliki cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Insyaallah enggak (harga naik). Justru kalau ada yang butuh beras, ada di gudang tuh. Gudang 5,2 juta ton. Oke? Aman ya? Aman,” ujar dia.
(NIA DEVIYANA)