ECONOMICS

Pariwisata Tertekan Geopolitik, Menpar Ungkap Strategi Capai 17,6 Juta Wisman di 2026

Felldy Utama 01/04/2026 23:00 WIB

Menpar menyatakan pemerintah akan terus menjaga kinerja sektor pariwisata meskipun saat ini ada tekanan dinamika geopolitik dan ekonomi global.

Pariwisata Tertekan Geopolitik, Menpar Ungkap Strategi Capai 17,6 Juta Wisman di 2026. (Foto: Dok. Kemenpar)

IDXChannel - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan pemerintah akan terus berupaya menjaga kinerja sektor pariwisata nasional tetap kokoh. Meskipun saat ini dihadapkan tekanan dinamika geopolitik dan ekonomi global

Hal ini disampaikan Menpar dalam forum Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dia memaparkan bahwa program prioritas tahun ini akan difokuskan pada pariwisata berkualitas yang berkelanjutan dan aman. Pemerintah menargetkan peningkatan keselamatan destinasi melalui sertifikasi pemandu dan pemetaan kawasan rawan bencana, serta pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata di seluruh Indonesia.

Kendati demikian, dia tak menampik adanya tantangan berat akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan wilayah udara Iran baru-baru ini. Kondisi ini memicu pembatalan sekitar 770 penerbangan menuju destinasi utama seperti Jakarta, Bali, dan Medan, dengan potensi kehilangan devisa mencapai Rp2,04 triliun.

“Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga,” kata Widiyanti dalam paparannya.

Selain gangguan penerbangan, lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini menembus angka di atas USD102 per barel turut membebani industri transportasi melalui penerapan fuel surcharge. 

Menghadapi situasi ini, Kemenpar menyiapkan strategi pivot pasar ke wilayah Asia Tenggara, Asia Timur, dan pasar medium-haul guna mengejar target 16–17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) pada 2026.

“Di tengah tekanan global, kita perlu bergerak lebih adaptif. Diversifikasi pasar, penguatan promosi, dan optimalisasi wisata nusantara menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi nasional,” ujarnya.

Karena itu, Widiyanti mendorong adanya kolaborasi lintas kementerian, termasuk dalam hal insentif penerbangan dan penambahan kapasitas kursi pesawat.

“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga, serta dukungan DPR RI, sektor pariwisata Indonesia akan tetap tangguh dan mampu menjaga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE