Pedagang Harap Pemerintah Bantu Turunkan Harga Daging-Beras yang Naik di Awal Ramadan 2026
Naik turunnya harga pangan di pasar dirasakan betul oleh Suparman, seorang pedagang daging sapi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara.
IDXChannel - Pergerakan harga pangan di pasaran kerap dibebankan sepenuhnya kepada pedagang. Padahal, pedagang di pasaran menjadi orang terakhir dari bagian rantai pasok pangan.
Naik turunnya harga pangan di pasar dirasakan betul oleh Suparman, seorang pedagang daging sapi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara. Dia mengaku tak bisa apa-apa kalau harga dari pemasok sudah mengalami kenaikan.
Di hari awal Ramadan 2026 ini, Suparman mematok harga daging Rp140 ribu per kilogram. Harga ini termasuk cukup tinggi dan tercatat mengalami kenaikan dari waktu sebelumnya, yang seharga Rp130 ribu untuk harga daging sapi kualitas II pada tabel harga per 17 Februari 2026.
"Saya juga kurang ngerti masalah harga kalau naik ya. Saya kan ngambilnya dari bos daging," kata Suparman saat ditemui IDX Channel di lapak dagangnya, Kamis (19/2/2026).
Kisah yang sama juga diutarakan oleh Efendi, seorang pedagang beras. Selama ini, dia bergantung pasokan beras dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Bahkan, di awal Ramadan ini, semua jenis beras di lapaknya terpaksa naik Rp500, seperti beras dengan jenama Ramos yang dibanderol Rp17 ribu per kilogram.
"Kami kalau harga tergantung dari pasar induk. Kalau di sana ada kenaikan, ya mau enggak mau kami di pasar juga naik," katanya.
Bagi pedagang seperti Suparman dan Efendi, harga menjadi penentu omzet. Semakin harga naik dan mahal, maka konsumen bakal mencari harga yang paling ekonomis.
"(Harapan) ke pemerintah, jangan sampai naik lagi (harga). Harga segini ini udah berat. Masyarakat ini, masalah beli daging itu udah enggak kuat kayaknya. Ya mudah-mudahan jangan sampai naik lagi harga daging ini," kata Suparman.
Sejauh ini, pemerintah mencoba menjaga ketersediaan stok dan kestabilan harga. Seperti Bulog yang menyuplai beras medium dan Minyakita dalam jumlah yang diprediksi cukup untuk kebutuhan Ramadan kali ini.
Semisal produksi beras yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), diproyeksikan Januari sampai Maret 2026 mencapai 10,16 juta ton atau meningkat 1,39 juta ton dibandingkan total produksi beras Januari-Maret 2025.
Lalu, ada Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bakal membantu ketersediaan stok seperti cabai di pasaran dari salah satu produsen di Magelang, Jawa Tengah. Seturut itu, Bapanas akan mensubsidi biaya distribusi cabai dari produsen ke tangan pedagang di pasar induk.
(Dhera Arizona)