Pelindo Relokasi Terminal LNG Benoa ke Bali Maritime Tourism Hub
PT Pelindo Multi Terminal melakukan penataan Terminal LNG Benoa dengan merelokasinya ke Area Pengembangan 2 (AP2) Bali Maritime Tourism Hub.
IDXChannel - PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan penataan Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Benoa dengan merelokasinya ke Area Pengembangan 2 (AP2) Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Sebelumnya, terminal tersebut berlokasi di area Bali Cruise Ship Terminal (BCST)
Keputusan relokasi terminal LNG ke sisi utara pelabuhan tersebut merupakan bagian penataan kawasan Pelabuhan Benoa. Relokasi tersebut sekaligus merupakan bagian dari pengembangan BMTH sebagai Program Strategis Nasional (PSN), dengan tetap mempertahankan fungsi Terminal LNG dalam mendukung kebutuhan energi di Bali.
Hingga Agustus 2026, arus bongkar muat LNG Benoa tersebut mencapai 11,05 juta MMBtu, tumbuh 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 10,65 juta MMBtu. Angka tersebut menunjukkan keberlanjutan aktivitas layanan Terminal LNG Benoa dalam mendukung pergerakan dan pemenuhan kebutuhan energi di Bali.
Direktur Utama PT Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi mengatakan, keberadaan Terminal LNG memiliki posisi penting dalam mendukung aktivitas energi di Bali. Oleh karena itu, penataan fasilitas dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kesinambungan layanan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan energi yang terus berkembang di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pariwisata di Pulau Dewata.
“Pelindo Multi Terminal berkomitmen menjaga keandalan operasional Terminal LNG Benoa untuk mendukung ketahanan energi di Bali dan sekitarnya. Relokasi ke Area Pengembangan 2 merupakan bagian dari penataan kawasan BMTH, namun fungsi terminal sebagai bagian dari rantai pasok energi tetap kami jaga agar dapat beroperasi secara optimal,” ujar Sugeng dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).
Terminal LNG Benoa didukung fasilitas Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU), serta terminal dan instalasi perpipaan yang terintegrasi. Salah satu fasilitas strategisnya adalah FRU Lumbung Dewata dengan kapasitas regasifikasi sebesar 41 MMSCFD (Million Metric Standard Cubic Feet per Day). Gas yang telah melalui proses regasifikasi kemudian disalurkan melalui instalasi perpipaan untuk memenuhi kebutuhan PLTD Pesanggaran, yang menjadi bagian dari sistem penyediaan energi listrik di Bali.
Relokasi FRU dan FSRU menuju AP2 dilakukan sejalan dengan pengembangan BMTH sebagai kawasan pariwisata maritim yang mendukung aktivitas kapal pesiar dan yacht internasional. Dengan penataan tersebut, pengembangan fungsi pariwisata dan keberadaan infrastruktur energi dapat berjalan berdampingan dalam satu kawasan pelabuhan yang terintegrasi.
Sebagai bagian dari upaya mendorong keberlanjutan, Pelindo Multi Terminal terus mengoptimalkan pengelolaan Terminal LNG Benoa yang mendukung pemanfaatan energi dengan emisi yang lebih rendah. Hal tersebut menjadi bagian dari proses transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih, sekaligus mendukung kebutuhan energi bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian di Bali dan sekitarnya.
(Rahmat Fiansyah)