ECONOMICS

Pembangunan Jalan Utama Wanam-Muting Dikebut, Perkuat Konektivitas Papua Selatan

Rahmat Fiansyah 14/02/2026 03:00 WIB

Kementerian PU terus mempercepat pembangunan Jalan Wanam-Muting dalam rangka memperkuat konektivitas di Provinsi Papua Selatan.

Kementerian PU terus mempercepat pembangunan Jalan Wanam-Muting dalam rangka memperkuat konektivitas di Provinsi Papua Selatan. (Foto: Dok. PU)

IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jalan Kawasan Strategis Penghubung Produksi (KSPP) Wanam-Muting segmen I dan II dalam rangka memperkuat konektivitas di Provinsi Papua Selatan.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, bahwa pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting merupakan proyek strategis untuk membuka keterisolasian wilayah selatan Papua sekaligus memperkuat konektivitas antara pusat produksi dan jalur distribusi logistik.

“Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas fisik, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Infrastruktur jalan yang andal akan mempermudah mobilitas orang dan barang, menurunkan biaya logistik, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua Selatan,” ujarnya melalui keterangan resmi dikutip Jumat (13/2/2026).

Saat ini, Kementerian PU sedang melaksanakan pembangunan Segmen II berupa pembangunan jalan sepanjang 80,02 kilometer (km) yang dilengkapi dengan jembatan sepanjang total 480 meter di tiga lokasi serta box culvert di empat lokasi. Lingkup pekerjaan mencakup pekerjaan jalan at grade, jembatan, box culvert, serta jalan akses pendukung. Proyek ini didukung dengan mobilisasi alat berat, antara lain 35 unit excavator, 7 unit bulldozer, 8 unit compactor, dan 2 unit grader.

Sementara itu, pada Segmen I, Kementerian PU akan melakukan pembangunan dengan total penanganan sepanjang 58,00 km. Jalan dirancang dengan lebar badan jalan 7,5 meter (dengan median) dan lebar bahu jalan 1,5 meter. Infrastruktur pendukung meliputi pembangunan empat unit jembatan, terdiri dari tiga unit jembatan bentang 50 meter dan satu unit jembatan bentang 40 meter, serta pile slab sepanjang 6,1 km dengan lebar 11 meter dan 17 unit box culvert.

Dody juga menekankan pentingnya pendekatan sosial dalam pelaksanaan proyek, khususnya pada wilayah yang bersinggungan dengan masyarakat adat.

“Kami memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hak ulayat masyarakat adat. Pembangunan harus membawa manfaat nyata dan diterima oleh masyarakat setempat,” tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian PU bersinergi dengan pemerintah daerah secara intensif telah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat adat sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 di berbagai kampung dan distrik.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting secara tepat mutu, tepat waktu, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan yang inklusif serta berpihak pada kepentingan masyarakat Papua Selatan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE