ECONOMICS

Pemerintah Guyur Stimulus Nataru Rp883 Miliar, Bidik 130 Juta Perjalanan

Rohman Wibowo 08/11/2026 13:33 WIB

Stimulus tersebut ditargetkan bagi lebih dari 130 juta orang.

Pemerintah Guyur Stimulus Nataru Rp883 Miliar, Bidik 130 Juta Perjalanan (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah menyiapkan stimulus sektor transportasi sebesar Rp883 miliar sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. 

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, stimulus tersebut ditargetkan bagi lebih dari 130 juta orang.

"Dulu itu 90 juta masyarakat yang menerima manfaat diskon transportasi Nataru, sekarang sudah 110 juta, dan tahun ini diperkirakan 127 juta. Mudah-mudahan bisa ada 130 juta lebih yang melakukan perjalanan selama musim Nataru," ujar Dradjad dalam peluncuran program stimulus transportasi untuk libur Nataru di Anjungan Sarinah, Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Menurut dia, pemberian diskon transportasi dapat menjaga keterjangkauan biaya perjalanan sehingga masyarakat tetap memiliki ruang untuk berbelanja selama libur akhir tahun. Peningkatan konsumsi masyarakat tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk di daerah tujuan wisata.

Program stimulus transportasi Nataru kali ini merupakan kelanjutan kebijakan pemerintah pada tahun sebelumnya. Dradjad menyebut program tersebut kembali dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto karena dinilai memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat dan perekonomian nasional maupun daerah.

"Program ini atas perintah dan arahan Bapak Presiden Prabowo. Pemerintah sudah menjalankannya beberapa tahun dan melanjutkan program tahun lalu karena terbukti memberikan dampak yang sangat baik bagi mobilitas masyarakat, ekonomi nasional, maupun ekonomi daerah," tuturnya.

Dari sisi anggaran, pemerintah meningkatkan alokasi stimulus transportasi menjadi Rp883 miliar dari sebelumnya Rp387 miliar. Anggaran tersebut mencakup empat moda transportasi, yakni kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan angkutan udara.

"Program ini menjangkau empat moda transportasi sekaligus. Tahun lalu anggarannya Rp387 miliar. Tahun ini, dengan cakupan empat moda yang sama, pemerintah mengalokasikan Rp883 miliar," kata Dradjad.

Secara terperinci, stimulus transportasi Nataru 2026/2027 diberikan melalui sejumlah skema pada empat moda transportasi.

Di sektor angkutan udara, pemerintah memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk tiket penerbangan kelas ekonomi rute domestik. Insentif ini berlaku untuk periode penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pembelian tiket sudah dapat dilakukan sejak 20 Oktober 2026.

Lalu transportasi kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan diskon tiket sebesar 30 persen untuk kereta api kelas ekonomi komersial di wilayah Jawa dan Sumatera Utara. Program ini menargetkan lebih dari 1 juta penumpang dengan periode perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Kemudian angkutan laut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon sebesar 30 persen untuk tarif dasar tiket kapal penumpang kelas ekonomi di seluruh jaringan rute. Insentif berlaku untuk keberangkatan mulai 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Terakhir, angkutan penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan pembebasan tarif jasa pelabuhan bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan Golongan II dan Golongan IVA di 14 pelabuhan penyeberangan terpilih. Program ini berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

(DESI ANGRIANI)

SHARE