ECONOMICS

Pemerintah Mau Bagi-Bagi 680 Ribu Rice Cooker Gratis

Rizky Fauzan 25/11/2022 19:16 WIB

Rencananya, rice cooker yang akan disebar sebanyak 680 ribu unit dengan nilai paket bantuan sebesar Rp 500 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).

Pemerintah Mau Bagi-Bagi 680 Ribu Rice Cooker Gratis (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan jika rencana program bantuan penanak nasi listrik (BPNL) atau rice cooker gratis untuk masyarakat.

Namun hal itu dinilai akan menuai pro dan kontra.
Rencananya, rice cooker yang akan disebar sebanyak 680 ribu unit dengan nilai paket bantuan sebesar Rp 500 ribu per keluarga penerima manfaat (KPM).

Program tersebut diklaim dapat menghemat subsidi Rp 52,22 miliar. Selain itu juga, tujuan dari program ini untuk mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkatkan konsumsi listrik per kapita (e-cocking) serta penghematan biaya memasak bagi masyarakat. 

Subkoordinator Fasilitasi Hubungan Komersial Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Edy Pratikno mengatakan bahwa sudah ada kajian sementara perbandingan antara memasak dengan rice cooker dan LPG.

"Program bantuan penanak nasi listrik ini ada plus minusnya. Ada karena kapasitasnya kecil sekali sehingga memasak bisa lebih dari sekali. Kapasitas 300 watt harus lebih besar sehingga memasak cukup sekali dalam sehari. Ini tentunya nanti bila ada kajian-kajian lebih mendalam lagi mungkin akan melibatkan dari perguruan terkait kebijakan ini," kata Sub Koordinator Perhubungan Komersial Tenaga Listrik Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Edi Pratikno dalam diskusi publik secara virtual pada Jumat, (25/11/2022).

Dia membeberkan, kebutuhan LPG untuk menanak nasi sebesar 2,4 kg per bulan dengan biaya yang dikeluarkan Rp 16.800 per bulan. Sementara, konsumsi energi menanak nasi dengan rice cooker 19,80 kWh per bulan dengan biaya Rp 10.396 per bulan.

Dengan demikian, menanak nasi dengan penanak nasi listrik terjadi penghematan Rp 6.404 per bulan.
"Dari hasil kajian sementara itu ada komparasi dan manfaat," katanya.

Adapun, Kementerian ESDM menargetkan keluarga penerima manfaat (KPM) yang memperoleh bantuan penanak nasi adalah kelompok rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA. 

Edi menuturkan, ada dua jenis penanak nasi listrik yang akan dibagikan pada KPM, yaitu penanak nasi listrik berdaya listrik 200 watt dan 300 watt. "Sehingga, besaran daya listrik tiap rumah tangga akan sangat berpengaruh," tuturnya.



(SAN)

SHARE