ECONOMICS

Peminat Loker Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 639 Ribu Orang, 487.819 Lolos Tahap Awal

Tangguh Yudha 04/05/2026 11:29 WIB

Setidaknya ada 639.732 orang yang melamar hingga penutupan rekrutmen di 25 April 2026. Sebanyak 483.648 orang dinyatakan lolos tahap awal.

Peminat Loker Manajer Kopdes Merah Putih Tembus 639 Ribu Orang, 487.819 Lolos Tahap Awal. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan tingginya animo masyarakat dalam rekrutmen manajer dan pegawai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih serta Kampung Nelayan. Jumlah pendaftar tercatat mencapai ratusan ribu orang sejak dibuka pada 15 April 2026.

Menurutnya, dari 30 ribu posisi yang tersedia untuk manajer dan 5.476 posisi untuk pegawai Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan, setidaknya ada 639.732 orang yang melamar hingga penutupan rekrutmen di 25 April 2026. Sebanyak 483.648 orang dinyatakan lolos tahap awal.

"Hingga penutupan pada 25 April 2026 telah terdata jumlah pelamar sebanyak 639.732 orang. Pelamar yang menyampaikan kelengkapan administrasi sebanyak 487.819 orang. Pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi sebanyak 483.648 orang," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Saat ini, kata dia, proses seleksi telah memasuki tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3-12 Mei 2026. Ujian dilakukan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dengan metode yang digunakan sama dengan seleksi aparatur sipil negara (ASN) yang digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.

"Rangkaian tes selanjutnya adalah seleksi kompetensi tambahan meliputi tes mental ideologi, pemeriksaan kesehatan yang akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 31 Mei 2026. Pengumuman hasil tes akhir dijadwalkan 7 Juni 2026, yang akan dilanjutkan dengan pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (Komcad) dan pelatihan manajerial dan kompetensi bidang," ujarnya.

Zulhas memastikan seluruh proses seleksi diawasi ketat oleh panitia seleksi nasional agar berjalan objektif, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Dia juga kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen tersebut.

"Tidak ada bantu-membantu, enggak ada. Kalau ada yang minta uang, itu pasti penipuan dan saya minta laporin saja ke aparat hukum atau polisi," katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE