ECONOMICS

Pendapatan Chevron Capai USD70 Miliar di Kuartal II-2026 Seiring Lonjakan Harga Minyak

Febrina Ratna Iskana 01/08/2026 17:03 WIB

Total pendapatan Chevron mencapai USD70,06 miliar di kuartal II-2026, melampaui perkiraan konsensus sebesar USD62,26 miliar.

Pendapatan Chevron Capai USD70 Miliar di Kuartal II-2026 Seiring Lonjakan Harga Minyak. (Foto: Istimewa)

IDXChannel - Chevron Corporation (NYSE: CVX) melaporkan pendapatan kuartal kedua sebelum pembukaan pasar pada Jumat (31/7/2026), yang melampaui ekspektasi konsensus.

Pendapatan yang disesuaikan sebesar USD6,06 per saham melampaui perkiraan analis sebesar USD5,11 per saham, karena harga minyak yang lebih tinggi dan produksi AS yang mencapai rekor mendorong hasil tersebut.

Total pendapatan mencapai USD70,06 miliar, melampaui perkiraan konsensus sebesar USD62,26 miliar dan menandai peningkatan substansial dari periode tahun sebelumnya.

Kinerja perusahaan yang kuat didorong oleh harga komoditas yang lebih tinggi, dengan harga minyak mentah Brent rata-rata USD104 per barel selama kuartal tersebut dibandingkan dengan USD68 pada kuartal kedua 2025.

Produksi di seluruh dunia meningkat 20 persen YoY menjadi 4.070 ribu barel setara minyak per hari, sebagian besar karena kontribusi dari aset Hess lama dan pertumbuhan di Cekungan Permian dan Teluk Amerika. Kapasitas pengolahan minyak mentah di kilang AS mencapai rekor 1,07 juta barel per hari dengan utilisasi unit minyak mentah sebesar 97 persem.

Saham naik 3 persen sebelum pembukaan pasar setelah pengumuman hasil tersebut.

"Menghadapi ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar, karyawan Chevron tetap fokus untuk secara aman menyediakan energi andal yang dibutuhkan dunia," kata Chairman sekaligus CEO Chevron, Mike Wirth, dilansir dari Investing.com, sabtu (1/8/2026).  

"Kinerja kuat kami di kuartal kedua adalah hasil dari investasi yang disiplin dan eksekusi yang kuat yang mendorong produksi hulu AS yang mencapai rekor, kapasitas pengolahan minyak mentah yang mencapai rekor di kilang AS kami, dan keandalan yang luar biasa di seluruh aset utama," sambungnya.

Pendapatan hulu mencapai USD8,2 miliar, naik dari USD2,7 miliar pada kuartal II-2025, didorong oleh volume penjualan dan harga komoditas yang lebih tinggi. Pendapatan hilir mencapai USD4,9 miliar dibandingkan dengan USD737 juta pada periode tahun sebelumnya, mencerminkan margin yang lebih tinggi pada penjualan produk olahan.

Perusahaan tersebut mengurangi total utang sebesar USD8,4 miliar selama kuartal tersebut, sebuah rekor baru, dan mengumumkan dividen triwulanan sebesar USD1,78 per saham, yang akan dibayarkan pada 10 September 2026. (Febrina Ratna Iskana)

SHARE