Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Melonjak 1.100 Persen usai Dibuka Komersial
Jumlah penumpang di Bandar Udara Husein Sastranegara melonjak signifikan pasca dibuka secara komersial pada 14 Agustus 2026 lalu.
IDXChannel - General Manager (GM) Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan mengatakan jumlah penumpang di Bandar Udara Husein Sastranegara melonjak signifikan pasca dibuka secara komersial pada 14 Agustus 2026 lalu.
Granito mengatakan, sepanjang tahun 2025 Bandara Husein hanya melayani total penumpang 2.500 orang. Jumlah ini hanya melayani penerbangan khusus seperti charter hingga penerbangan-penerbangan private saja dari maupun menuju Bandara Husein Sastranegara.
Namun setelah dibuka kembali secara komersial pada 14 Agustus lalu, jumlah penumpang selama periode Januari - Agustus 2026 menjadi 30 ribu penumpang. Angka ini melonjak 12 kali lipat atau setara 1.100 persen dibandingkan tahun 2025.
"Jumlah penumpangnya yang sudah kita layani sampai dengan saat ini sejak Januari itu hampir mencapai 30.000, sementara di tahun sebelumnya hanya 2.500 penumpang," ujar Gradito saat ditemui di Bandara Husein Bandung, Jumat (4/9/2026).
Dia mengatakan peningkatan trafik semakin terlihat setelah Bandara Husein Sastranegara mulai melayani kembali penerbangan jet pada 14 Agustus 2026. Dalam periode 14-31 Agustus 2026 saja, Bandara Husein Sastranegara telah melayani sebanyak 214 pergerakan pesawat dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 23.400 orang.
"Sejak optimalisasi ini dilakukan per tanggal 14 sampai dengan 31 Agustus kemarin sudah 214 movement pesawat dan sekitar 23.400 penumpang yang sudah dilayani oleh Bandara Husein Sastranegara," katanya.
Menurut Granito lonjakan tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap konektivitas penerbangan dari Bandung setelah pengoperasian pesawat jet kembali dioptimalkan.
Saat ini penerbangan jet di Bandara Husein Sastranegara dilayani Garuda Indonesia dan Citilink. Garuda Indonesia melayani rute Denpasar, sementara Citilink melayani Denpasar, Kualanamu, Balikpapan, Surabaya, dan Palembang. Adapun penerbangan menggunakan pesawat propeller tetap dilayani Susi Air dengan rute Halim Perdanakusuma dan Cijulang Pangandaran.
Gradito menyebut rute Denpasar menjadi salah satu rute dengan tingkat permintaan tertinggi. Tingkat keterisian penumpang atau load factor pada rute tersebut mencapai 97-98 persen dan bahkan kerap mencapai 100 persen.
"Denpasar itu load factor-nya bisa sampai 97-98 persen. Sering sekali 100 persen," ujarnya. Untuk terus mengantisipasi peningkatan trafik, pengelola juga akan menambah operator penerbangan. Super Air Jet dijadwalkan mulai beroperasi di Bandara Husein Sastranegara pada 18 September 2026 dengan rencana rute menuju Kualanamu, Pekanbaru, Ujung Pandang, Pontianak, Denpasar, dan Balikpapan.
Dengan penambahan tersebut, total sekitar 10 rute penerbangan akan melayani keberangkatan dan kedatangan dari Bandara Husein Sastranegara.
Gradito sebelumnya memproyeksikan Bandara Husein Sastranegara dapat melayani sekitar 430.000 penumpang sepanjang 2026, mencakup penerbangan domestik maupun internasional.
Peningkatan trafik tersebut menjadi bagian dari optimalisasi Bandara Husein Sastranegara. Pengelola menegaskan bandara tersebut sebenarnya tidak pernah berhenti beroperasi, namun sebelumnya hanya melayani penerbangan dengan pesawat propeller dan rute terbatas di Pulau Jawa.
(kunthi fahmar sandy)