ECONOMICS

Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Korsel, Forum Bisnis Digelar di Seoul

Wahyu Dwi Anggoro 26/07/2023 11:50 WIB

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul dan Korea Herald memprakarsai Forum Bisnis

Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Korsel, Forum Bisnis Digelar di Seoul. (Foto: KBRI Seoul)

IDXChannel - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul dan Korea Herald memprakarsai Forum Bisnis 50 Tahun Persahabatan Indonesia-Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (25/7/2023).

Kegiatan ini didukung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi, Kementerian Perdagangan, dan Bank Indonesia.

Forum Bisnis ini dihadiri sekitar 250 peserta utamanya dari kalangan bisnis Indonesia dan Korsel. Tema yang diambil yaitu “mempererat persahabatan dan memperkuat kemitraan di bidang Perdagangan dan Perindustrian". 

Pada forum ini, para pembicara dan peserta merefleksikan kerja sama kedua negara dalam bidang perdagangan dan perindustrian yang telah tercapai selama lima dekade ke belakang sambil menggali potensi 50 tahun kedepan.

Forum Bisnis ini menghadirkan pembicara dari kalangan pemerintah dan swasta kedua negara. Dalam sambutannya, Dubes RI untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto berharap bahwa forum ini dapat berfungsi sebagai pijakan untuk memperkuat kolaborasi Indonesia-Korea Selatan di tingkat G-to-G, G-to-B, B-to-B dan bahkan people to people.

"Forum Bisnis ini adalah kulminasi dari rangkaian empat Forum Bisnis tentang kerja sama ekonomi yang dimulai pada Februari 2023," kata Dubes Gandi dalam siaran pers pada Rabu (26/7/2023).

Forum Bisnis ini membahas empat topik utama yang meliputi “peluang investasi Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia", “inovasi kolaboratif dalam industri otomotif", “strategi peningkatan akses pasar", dan “promosi produk pertanian untuk memperkuat perdagangan bilateral". Hal utama yang muncul dalam seluruh diskusi yaitu pentingnya Indonesia yang kaya akan sumber daya mineral penting dan budaya untuk berkolaborasi dengan Korsel yang menguasai teknologi tinggi, sehingga kedua negara maju dan Makmur bersama di masa depan.

Forum Bisnis ini juga memfasilitasi business matching guna mengembangkan jejaring bisnis dan dagang di bidang pertanian dan industri. Lebih dari 25 perusahaan Korsel menghadiri sesi business matching untuk dipertemukan dengan para pelaku usaha Indonesia. PT. PT. Stechoq Robotika Indonesia dan Man & Tel Co. Ltd. Korea Selatan juga mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman guna pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi tinggi.

Korsel adalah mitra strategis Indonesia di bidang ekonomi.Pada 2022, perdagangan kedua negara mencapai USD24,5 miliar, meningkat 33,2% dibandingkan 2021. Ekspor utama Indonesia ke Korsel meliputi bahan bakar mineral, bijih tembaga, besi, baja, dan produk kayu. Sementara Indonesia mengimpor mesin listrik, mesin dan peralatan mekanis, besi dan baja, serta produk plastic dari Korsel.

Korsel menempati peringkat ke-7 investor terbesar di Indonesia pada 2022, dengan investasi sebesar USD2,29 miliar. Investasi Korsel di Indonesia meliputi berbagai sektor industri manufaktur berbasis sumber daya alam dan industri padat teknologi seperti otomotif. Gaikindo mencatat investasi Korsel di Indonesia pada 2022 sebesar USD256,8 juta.

Penerapan Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA) sejak 1 Januari 2023 membuka peluang tak terbatas untuk kedua negara. IK-CEPA mengeliminasi lebih dari 90% pos tarif untuk ekspor barang, mendorong investasi, dan memfasilitasi kolaborasi di sub-sektor jasa, guna memperkuat landasan kerjasama ekonomi bilateral kedua negara.

Forum bisnis ini terealisasi atas dukungan para sponsor utama rangkaian kegiatan perayaaan 50 tahun Hubungan Persahabatan Indonesia-Korsel antara lain PT Barito Pacific, Hana Financial Group Korea, PT Indika Energy, PT Kideco Jaya Agung, Hyundai Motor Company Korea, PT Indofood Sukses Makmur, Kodeco Energy Korea, LX International Korea, dan Sinarmas Group. Adapun para co-sponsor yang terlibat yaitu Artha Graha Network, Mayapada Group, PT Djarum, First Resource Group, PT Link Net, Agung Sedayu Group, KCC Glass Corporation Korea, PT Adaro Energy, CJ Group Korea, LS Holdings Korea, Posco Holding Korea, dan Wings Group.  (WHY)

SHARE