Perkuat Ketahanan Energi, Kadin Dorong RI Jalin Kerja Sama Nuklir dengan EAEU
Pemerintah sebelumnya telah mencanangkan pengembangan energi nuklir pada 2030.
IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendorong Indonesia untuk menjalin kerja sama di bidang energi nuklir dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).
Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Perjanjian Luar Negeri Kadin, Pahala Mansury mengatakan, kerja sama tersebut akan memperkuat ketahanan energi dalam negeri.
"Masih cukup banyak potensi-potensi yang bisa kita realisasikan antara kedua negara dan juga beberapa hal lainnya seperti misalnya di sektor energi kita lihat juga bahwa pengembangan dari energi yang ada seperti misalnya di sektor energi berbasis nuklir," katanya dalam acara Russia-Indonesia Workshop on EAEU-Indonesia Free Trade Agreement in Practice yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Pahala mengungkapkan, pemerintah telah mencanangkan pengembangan energi nuklir pada 2030. Dengan demikian, kerja sama dengan negara-negara EAEU penting untuk mendukung target tersebut.
"Kan sudah dicanangkan bahwa di tahun 2030 nanti Indonesia diharapkan sudah memiliki teknologi untuk bisa melakukan pengembangan energi berbasis nuklir dan ini juga salah satu hal yang kita perlu bicarakan dengan negara-negara anggota Eurasia tadi," tutur dia.
Selain sektor energi, Pahala menyebut terdapat tiga sektor utama lain yang berpotensi menjadi motor penggerak peningkatan perdagangan antara Indonesia dan EAEU. Pertama adalah sektor komoditas pangan, seperti minyak sawit mentah (CPO), gandum, serta pupuk, khususnya potash.
"Ini adalah sektor-sektor yang dengan adanya penurunan tarif tersebut kita harapkan akan bisa meningkatkan adanya perdagangan," ujar dia.
Kedua, sektor energi termasuk hilirisasi mineral seperti nikel juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam kerja sama ini.
Adapun sektor ketiga adalah industri padat karya, meliputi tekstil, garmen, serta industri manufaktur seperti mesin, peralatan, dan elektronik yang saat ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor Indonesia.
(DESI ANGRIANI)