Perkuat Manufaktur di Jawa, Menperin Minta Pemda Siapkan Lahan untuk Kawasan Industri
Kementerian Perindustrian menilai kehadiran kawasan industri memegang peranan krusial sebagai instrumen terpadu dalam mempercepat industrialisasi nasional.
IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai kehadiran kawasan industri memegang peranan krusial sebagai instrumen terpadu dalam mempercepat roda industrialisasi nasional. Kendati demikian, keberhasilan pengembangan sentra-sentra manufaktur tersebut menuntut komitmen aktif pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan lahan serta kesiapan infrastruktur pendukung.
“Kawasan industri itu sebenarnya sesuatu yang bagus untuk mendorong industrialisasi, karena di dalamnya itu paket lengkap. Hanya perlu dukungan dari pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastrukturnya, lahan, dan lain sebagainya,” kata Menteri Perindustrian, Sarmuji dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).
Menanggapi kemungkinan pembangunan kawasan industri baru di wilayah Jawa Timur, Sarmuji menegaskan bahwa langkah tersebut mesti disesuaikan secara cermat dengan daya dukung dan potensi komparatif masing-masing daerah. “Nanti tergantung mana potensi yang bisa dijadikan kawasan industri,” ujarnya.
Dorongan ini selaras dengan tren akselerasi kawasan industri di kawasan Pulau Jawa sepanjang periode 2024-2026. Dalam kurun waktu tersebut, Pulau Jawa tetap menjadi tulang punggung manufaktur dengan memegang porsi lebih dari 55 persen dari total luas kawasan industri nasional.
Koridor industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur tercatat kian masif berkembang di antaranya melalui penguatan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Kendal hingga Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik yang berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Integrasi pelabuhan laut dalam, jaringan tol logistik, serta ketersediaan utilitas energi di koridor-koridor Jawa ini terbukti efektif menarik limpahan investasi domestik maupun asing (PMA), yang pada muaranya sukses mengerek pertumbuhan sektor manufaktur di atas rata-rata pertumbuhan nasional dan menyerap ribuan tenaga kerja baru.
Adapun penegasan tersebut disampaikan Sarmuji seusai menerima tanda kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Piagam dan lencana diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk pengakuan atas sumbangsih dan dedikasi Sarmuji dalam memajukan daerah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, dia turut memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja Pemprov Jatim. Berdasarkan pemaparan data yang disampaikan Gubernur Khofifah, pembangunan di Jawa Timur dinilai bergerak ke arah yang sangat positif, dengan indikator pertumbuhan ekonomi daerah yang berhasil melampaui rata-rata nasional sekaligus menjadi yang tertinggi di seantero Pulau Jawa.
“Itu menunjukkan kerja keras yang luar biasa dari pemerintah provinsi. Selamat juga kepada Provinsi Jawa Timur yang sudah mencapai hari jadi ke-81, dan prestasinya makin lama makin baik,” kata Sarmuji.
(Rahmat Fiansyah)