ECONOMICS

Perkuat Portofolio Hulu Migas, Pertamina Akuisisi Participating Interest Eni di WK Kalimantan Timur

Nia Deviyana 12/10/2026 08:48 WIB

PHE dan Eni telah menandatangani Sales and Purchase Agreement (SPA) pada Oktober 2026.

Perkuat Portofolio Hulu Migas, Pertamina Akuisisi Participating Interest Eni di WK Kalimantan Timur. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream Pertamina, berhasil mengakuisisi Participating Interest (PI) milik Eni, pada tiga Wilayah Kerja (WK) migas strategis di Kalimantan Timur, yaitu North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan. Melalui akuisisi ini PHE memiliki 10 persen PI di WK North Ganal dan Rapak, serta penambahan PI di WK East Sepinggan dari sebelumnya 15 persen menjadi 25 persen.

PHE dan Eni telah menandatangani Sales and Purchase Agreement (SPA) pada Oktober 2026. Transaksi strategis ini memperkuat posisi Pertamina pada salah satu pusat produksi gas dan pengembangan deepwater terpenting di Indonesia, sekaligus memberikan akses terhadap portofolio lapangan produksi, proyek pengembangan, dan potensi eksplorasi yang signifikan.

Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan cadangan dan produksi migas melalui pengembangan portofolio aset yang berkualitas dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

Wilayah Kerja yang menjadi bagian dari transaksi tersebut berada di salah satu kawasan migas strategis Indonesia yang memiliki infrastruktur hulu dan hilir yang telah terintegrasi, serta memiliki potensi pengembangan sumber daya migas yang signifikan. 

Keikutsertaan Pertamina sebagai National Oil & Gas Company (NOC) dalam aset-aset tersebut dapat berkontribusi dan mendorong secara langsung Proyek Kutei North Hub (WK North Ganal dan Rapak) yang merupakan Proyek Strategis Nasional yang terhubung ke infrastruktur eksisting Pertamina dan diharapkan dapat memberikan tambahan kontribusi produksi sekaligus membuka peluang sinergi dengan aset Pertamina yang telah beroperasi di Kalimantan Timur termasuk sinergi dengan PT Badak NGL.

Direktur Utama PHE Sunaryanto menyampaikan bahwa keberhasilan transaksi ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. 

“Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara. Kehadiran Pertamina di wilayah kerja ini juga akan semakin memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur,” ujar Sunaryanto dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Selain memberikan tambahan produksi dan cadangan, investasi ini juga memiliki arti strategis dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan infrastruktur gas, LPG dan LNG di Kalimantan Timur, termasuk mendukung keberlanjutan rantai pasok gas domestik dan pemanfaatan fasilitas LNG nasional.

Akuisisi tersebut juga membuka peluang bagi Pertamina untuk berpartisipasi lebih aktif dalam program pengembangan lapangan dan eksplorasi di kawasan tersebut. Potensi sumber daya yang masih dapat dikembangkan diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan produksi PHE dalam jangka menengah dan panjang.

Keberhasilan transaksi ini sejalan dengan strategi PHE dalam menjalankan pertumbuhan organik maupun anorganik, melalui kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan eksisting serta akuisisi aset migas strategis yang mampu memberikan nilai tambah dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

PHE akan terus mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kehati-hatian investasi, serta penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap kegiatan operasional dan investasi perusahaan. 

Melalui langkah strategis ini, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pencapaian target produksi migas nasional serta memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Pertamina Hulu Energi akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan sesua prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). PHE juga senantiasa menjunjung tinggi integritas melalui penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta upaya pencegahan fraud untuk mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.

(NIA DEVIYANA)

SHARE