Perluas Swasembada, Papua Bakal Jadi Salah Satu Pusat Pangan Nasional
Pemerintah berkomitmen menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern.
IDXChannel - Perum Bulog memperluas jangkauan swasembada pangan hingga Merauke, Papua. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pengembangan kawasan pangan nasional sekaligus memastikan peningkatan produksi pertanian.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah berkomitmen menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.
"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden," kata Amran dalam keterangan resmi, Minggu (5/7/2026).
Saat ini Papua Selatan menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional.
Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.
Dari total tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah dengan pengembangan terbesar, yakni 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan, atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan yang dipersiapkan sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1,3 triliun pada 2026.
Sementara itu, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan kesiapan pihaknya mendukung penuh program strategis pemerintah melalui penguatan penyerapan hasil panen petani dan pembangunan ekosistem pangan yang terintegrasi.
Menurutnya, peningkatan produksi harus dibarengi dengan jaminan penyerapan agar petani memperoleh kepastian pasar serta harga yang layak.
"Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal, memperkuat cadangan pangan pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan," kata Ahmad.
(NIA DEVIYANA)