Permintaan Meningkat, Industri Calcium Carbonate Naikkan Kapasitas Pabrik 39 Persen
PT Supersonic Chemical Industry (SCI) melihat luasnya penggunaan material calcium carbonate di industri manufaktur.
IDXChannel - PT Supersonic Chemical Industry (SCI), perusahaan yang berada di bawah holding PT Singa Investindo Development (SID), melihat luasnya penggunaan material calcium carbonate di industri manufaktur.
Jenis material tersebut banyak digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, bahkan belum banyak dikenal masyarakat. Mulai dari produk pipa PVC, plastik, cat, karet hingga kabel.
Sehingga, SCI memutuskan untuk memperkuat kapasitas produksinya dengan menambah satu mesin baru dari Jerman di fasilitas produksi yang akan beroperasi di Rembang, Jawa Tengah.
Presiden Direktur PT Singa Investindo Development Boediono Tjiptodihardjo mengungkapkan, ekspansi ini membuat kapasitas produksi Supersonic meningkat dari sebelumnya 18 ribu ton menjadi 25 ribu ton per bulan, atau bertambah 7 ribu ton per bulan. Dengan demikian, kapasitas produksi perusahaan meningkat hampir 39 persen.
“Kami melihat Supersonic memiliki posisi yang menarik karena produknya menjadi bagian dari rantai pasok berbagai industri termasuk produksi cat di dalam grup holding kita sendiri seperti Cat Paragon dan Penta Prima. Penambahan kapasitas ini bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana kami sebagai holding mendukung Supersonic untuk terus berkembang, meningkatkan daya saing dan menjawab kebutuhan pasar yang semakin besar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).
Bagi PT Singa Investindo Development sebagai holding company, pengembangan Supersonic merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat portofolio bisnis manufaktur sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan-perusahaan di dalam grup yang memiliki fundamental dan pasar yang jelas.
Calcium carbonate atau CaCO3 memiliki penggunaan yang jauh lebih luas dari yang selama ini mungkin diketahui masyarakat. Dalam industri pasta gigi, misalnya, calcium carbonate dapat digunakan sebagai bahan abrasif ringan yang membantu proses pembersihan dan polishing permukaan gigi, sekaligus berperan sebagai bahan pengisi dalam formulasi pasta gigi.
Sementara pada industri plastik dan filler masterbatch, calcium carbonate digunakan sebagai bahan pengisi yang dapat membantu efisiensi produksi serta karakteristik produk. Pada pipa PVC dan Atap PVC, material ini dapat membantu karakteristik pemrosesan dan sifat fisik, mekanik maupun optik produk.
Penggunaannya juga digunakan pada industri cat, karet dan kabel. Pada cat, calcium carbonate dapat berfungsi sebagai campuran warna putih sekaligus bahan pengisi.
Pada karet, material ini menjadi salah satu bahan pengisi yang telah lama digunakan untuk membantu meningkatkan volume produk sekaligus menekan penggunaan bahan karet yang lebih mahal.
Sedangkan pada industri kabel, calcium carbonate digunakan pada aplikasi tertentu karena karakteristik fisik dan kimianya.
Tidak berhenti di sana, calcium carbonate juga digunakan pada sejumlah produk bahan bangunan, termasuk industri mortar.
Direktur PT Supersonic Chemical Industry Jonny Rayau menerangkan, Supersonic memproduksi Ground Calcium Carbonate (GCC) dengan standar kualitas internasional. Teknologi produksinya dikembangkan untuk menghasilkan tingkat kehalusan partikel D98 sekitar 5-40 mikron dengan menggunakan bahan baku yang terseleksi.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi penting karena kebutuhan setiap industri terhadap Calcium Carbonate tidak selalu sama. Ukuran partikel, tingkat kehalusan dan karakteristik material dapat disesuaikan dengan aplikasi produk yang dihasilkan.
“Penambahan mesin ini menjadi langkah penting bagi kami untuk meningkatkan kemampuan produksi. Kami sekarang memiliki kapasitas yang lebih besar untuk melayani kebutuhan pelanggan dari berbagai macam sektor industri dengan tetap menjaga kualitas dan ketepatan pasokan,” ujar dia.
Sebagai informasi, Supersonic Chemical Industry berdiri di Sidoarjo, Jawa Timur, pada 5 April 1974. Setelah berkembang, perusahaan memindahkan pabriknya ke Sukabumi pada 1984, sebelum kemudian pada 1989 berpindah ke Gunungkidul, Yogyakarta.
Keputusan memilih Gunungkidul tidak dilakukan tanpa alasan. Berdasarkan studi kelayakan perusahaan, wilayah tersebut memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah.
Perpindahan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan Supersonic dalam mengembangkan bisnis sekaligus menciptakan lapangan kerja di daerah.
Kini, setelah lebih dari 50 tahun menjalankan bisnis Calcium Carbonate, Supersonic memperkuat pijakannya melalui pengembangan pabrik baru di Rembang, kehadiran PT Supersonic di daerah Rembang turut membantu perekonomian rakyat sekitar dengan utilisasi penambang lokal dan juga penciptaan lapangan kerja. Alasan pemilihan wilayah di Rembang berdasarkan berlimpahnya batu calcium dengan kualitas yang sangat bagus untuk di area Jawa Tengah.
(Dhera Arizona)