ECONOMICS

Persaingan Dompet Digital Makin Ketat, Cermat Pilih Layanan Bisa Hemat Biaya

Rahmat Fiansyah 24/09/2026 21:30 WIB

Transformasi digital terus mengubah pola transaksi masyarakat Indonesia yang kini mulai menggemari dompet digital atau e-wallet.

Transformasi digital terus mengubah pola transaksi masyarakat Indonesia yang kini mulai menggemari dompet digital atau e-wallet. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Transformasi digital terus mengubah pola transaksi masyarakat Indonesia. Pengiriman uang yang sebelumnya banyak dilakukan melalui ATM dan layanan mobile banking kini semakin mudah dilakukan melalui aplikasi dompet digital atau e-wallet.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi digital nasional. Dalam satu aplikasi, masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari transfer ke rekening bank, pengiriman saldo ke e-wallet lain, pengisian saldo hingga penarikan uang tunai.

Di tengah semakin beragamnya pilihan layanan, biaya administrasi menjadi salah satu pertimbangan penting. Setiap penyedia e-wallet memiliki ketentuan berbeda untuk transfer antarbank, transfer antarplatform, top up, maupun tarik tunai. Perbedaan biaya dan kuota fasilitas gratis membuat masyarakat perlu menyesuaikan pilihan layanan dengan pola transaksi sehari-hari.

Berdasarkan informasi resmi masing-masing layanan per September 2026, sejumlah platform menawarkan fasilitas transfer gratis dengan batas penggunaan yang berbeda.

ShopeePay misalnya, menyediakan transfer ke rekening bank tanpa biaya administrasi dan tanpa kuota bulanan, dengan minimum transaksi mulai dari Rp1. Layanan tersebut juga mencakup transfer ke sejumlah e-wallet lain tanpa biaya administrasi dan tanpa kuota bulanan, dengan minimum transaksi mulai dari Rp1 untuk transfer ke DANA.

Selain transfer, ShopeePay menyediakan fasilitas top up melalui aplikasi bank secara gratis hingga 20 kali per bulan dan top up menggunakan uang tunai hingga lima kali per bulan. Layanan tarik tunai juga tersedia tanpa biaya administrasi pada kanal yang didukung, termasuk ATM BCA serta sejumlah jaringan minimarket.

Sementara itu, DANA menyediakan fasilitas transfer gratis ke rekening bank hingga 10 kali per bulan dengan minimum transaksi Rp10.000. Setelah kuota tersebut digunakan, transaksi mengikuti biaya yang berlaku. Transfer ke e-wallet lain dikenakan biaya Rp999 per transaksi.

Untuk pengisian saldo, DANA menyediakan top up melalui aplikasi bank secara gratis hingga 20 kali per bulan. Top up tunai melalui Alfamart dapat dilakukan gratis hingga empat kali per bulan, sedangkan melalui Indomaret dikenakan biaya Rp1.500.

GoPay menawarkan kuota transfer gratis ke rekening bank hingga 100 kali per bulan dengan minimum transaksi mulai dari Rp1. Untuk transfer ke e-wallet lain, biaya yang dikenakan sebesar Rp1.000 per transaksi. Top up melalui aplikasi bank tersedia gratis hingga tujuh kali per bulan, sedangkan top up tunai melalui Indomaret, Alfamart/Alfamidi, dan Pos Indonesia tersedia gratis hingga dua kali per bulan.

Untuk layanan tarik tunai, GoPay mengenakan biaya Rp5.000 melalui ATM BCA. Sementara penarikan melalui Alfamart/Alfamidi dan Indomaret tersedia gratis hingga dua kali per bulan.

Adapun OVO menerapkan biaya Rp2.500 untuk transfer ke rekening bank maupun e-wallet lain, dengan minimum transfer ke rekening bank sebesar Rp10.000. Biaya top up melalui aplikasi bank berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000, sedangkan top up tunai melalui Indomaret dan Alfamart/Alfamidi dikenakan biaya Rp2.000.

Untuk tarik tunai, OVO menyediakan layanan melalui ATM BCA dan Indomaret dengan biaya Rp5.000 per transaksi.

Perbedaan biaya dan kuota tersebut menunjukkan pentingnya literasi keuangan digital di tengah semakin luasnya transaksi non-tunai. Masyarakat tidak hanya perlu mempertimbangkan kemudahan penggunaan aplikasi, tetapi juga memahami biaya, minimum transaksi, batas penggunaan fasilitas gratis, serta kanal transaksi yang tersedia.

Efisiensi biaya transaksi dapat membantu masyarakat mengelola pengeluaran sehari-hari. Bagi pelaku usaha, pekerja maupun rumah tangga, pemilihan layanan berdasarkan kebutuhan transaksi dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi biaya administrasi yang muncul secara berulang.

Sebelum menentukan pilihan, pengguna dapat menyesuaikan layanan dengan jenis transaksi yang paling sering dilakukan. Salah satu aspek yang perlu diperiksa adalah biaya transfer ke rekening bank, termasuk minimum transaksi dan jumlah fasilitas gratis yang tersedia setiap bulan.

Transfer antar-e-wallet juga menjadi pertimbangan karena tidak semua anggota keluarga, teman maupun mitra usaha menggunakan aplikasi yang sama. Kemampuan melakukan transfer langsung ke berbagai platform dapat mempermudah pengiriman uang sekaligus mengurangi biaya tambahan.

Biaya top up juga perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna yang rutin mengisi saldo. Biaya yang relatif kecil dapat terakumulasi ketika transaksi dilakukan berulang kali. Karena itu, metode top up, minimum transaksi, dan fasilitas bebas biaya administrasi perlu dibandingkan berdasarkan kebutuhan.

Selain itu, fasilitas tarik tunai menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Sejumlah e-wallet memungkinkan pengguna menarik uang melalui minimarket maupun ATM. Pengguna perlu mengetahui kanal yang tersedia, minimum penarikan, dan biaya administrasi sebelum melakukan transaksi.

Semakin beragamnya pilihan layanan pembayaran digital memberikan ruang bagi masyarakat untuk memilih layanan sesuai kebutuhan. Pemahaman terhadap struktur biaya dan ketentuan penggunaan dapat membantu masyarakat memanfaatkan dompet digital secara lebih efisien sekaligus memperkuat penggunaan layanan keuangan digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Informasi mengenai biaya, kuota, dan promo dapat berubah mengikuti kebijakan masing-masing penyedia layanan. Pengguna perlu memeriksa ketentuan terbaru melalui aplikasi atau kanal resmi sebelum melakukan transaksi.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE