Pertamax dkk Bakal Diproduksi Mandiri, Impor Hanya untuk Minyak Mentah dan Pertalite
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri secara energi.
IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri secara energi. Dalam dua tahun ke depan, BBM RON 92 atau setara Pertamax ke atas akan diproduksi oleh kilang di dalam negeri.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menargetkan, produk BBM beroktan tinggi atau RON 90 ke atas akan terus ditekan. Apalagi, Indonesia lewat PT Pertamina (Persero) baru saja meresmikan fasilitas Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang bisa mengurangi impor produk BBM.
"Semua yang RON di atas 90, itu nanti kita upayakan untuk bisa mandiri. Ujungnya tinggal 2 yang kita impor, crude (minyak mentah) dan RON 90 (Pertalite)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2025).
Selain kilang, kata Laode, pemerintah juga berencana menerapkan strategi pencampuran etanol ke dalam BBM demi mengurangi impor minyak mentah. Dia mencontohkan, saat ini sudah ada Pertamax Green yang memiliki kandungan etanol sebesar 5 persen. Ke depan, produk lainnya seperti Pertamax Turbo juga akan dicampur etanol.
Terkait etanol, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan mandatori etanol 10 persen (E10) masih harus mempertimbangkan ketersediaan etanol di dalam negeri. Saat ini, produksi etanol domestik belum mampu mendukung mandatori E10.
Oleh karena itu, kata Bahlil, pemerintah menunggu pembangunan pabrik etanol berskala besar. Dengan demikian, kebijakan E10 tidak mendorong impor etanol secara berlebihan.
(Rahmat Fiansyah)