ECONOMICS

Pertamina Siapkan Alternatif Sumber Impor BBM di Tengah Konflik Timur Tengah 

Tangguh Yudha 13/03/2026 11:39 WIB

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mencari sumber impor energi alternatif dari berbagai kawasan di luar Timur Tengah.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan perusahaan telah menyiapkan strategi di tengah konflik Timur Tengah. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Pertamina (Persero) menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan stok energi nasional menyusul adanya potensi gangguan distribusi minyak akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mencari sumber impor energi alternatif dari berbagai kawasan di luar Timur Tengah.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan perusahaan telah menyiapkan strategi untuk memastikan pasokan energi tetap aman di tengah dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi rantai pasok minyak dunia.

"Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus," kata Simon dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, Pertamina tidak akan hanya bergantung pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Perusahaan telah melakukan diversifikasi sumber impor dengan menggandeng pemasok dari berbagai wilayah lain.

Selama ini pun, kata dia, Pertamina juga memperoleh pasokan energi dari sejumlah negara di Afrika hingga AS.

"Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya," ujarnya.

Diketahui, ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat perang yang melibatkan AS-Israel dengan Iran memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global.

Pemerintah mencatat sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia dikirim melalui jalur Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat stabilitas kawasan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan energi nasional.

(NIA DEVIYANA)

SHARE