Perusahaan Ini Bangun PLTS Atap Berkapasitas 1,4 MWp untuk Pasok 15 Persen Kebutuhan Listrik
Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia menggadang-gadang bahwa fasilitas PLTS Atap berkapasitas 1,4 MWp di Bekasi.
IDXChannel - PT Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia menggadang-gadang bahwa fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,4 megawatt peak (MWp) yang baru diresmikan di Pabrik Bekasi 2 Plant, Jawa Barat mampu memproduksi listrik bersih sekitar 1,76 gigawatt hour (GWh) per tahun.
Dengan klaim tersebut, PLTS Atap bisa menopang hingga 15 persen dari total kebutuhan konsumsi listrik operasional pabrik tersebut.
"Kapasitas 1,45 MWp ini itu setara kurang lebih sekitar 14 sampai 15 persen dari total konsumsi listrik pabrik Bekasi 2. Kalau diperhatikan tadi kisarannya antara 1.000 sampai 1.500 ton CO2 ekuivalen per tahunnya," ujar Head of Sustainability Coca-Cola Europacific Partners, Natasha Gabriella, dalam momen peresmian PLTS Atap di pabrik Bekasi 2, Jawa Barat, Rabu (4/11/206).
Realisasi proyek hijau yang bermitra dengan PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) sebagai penyedia energi ini disebut-sebut menjadi bagian integral dari strategi perseroan dalam mengakselerasi bauran energi ramah lingkungan pada jaringan rantai pasok domestik. Penambahan kapasitas di pabrik keempat ini diproyeksikan semakin memperkuat capaian target pemanfaatan energi terbarukan yang telah dicanangkan secara terukur.
"Kalau ditanya berapa penggunaan listrik dari energi baru dan terbarukan untuk CCEP Indonesia, kisarannya untuk Indonesia per akhir 2025 antara 45 sampai 50 persen. Sumbernya dari mana? Ya, betul, PLTS atap itu adalah salah satu sumbernya, di mana per akhir 2025 lalu kan kita ada tiga pabrik ya sudah beroperasi dengan PLTS atap, dan yang ini kan pabrik keempat berarti kan mulai operasi Q4-2026," jelas Natasha.
Selain memproduksi listrik secara mandiri dari atap pabrik, CCEP Indonesia turut memanfaatkan instrumen pengadaan listrik hijau yang disediakan oleh PT PLN (Persero). Perusahaan menaruh perhatian besar pada keabsahan sertifikat energi terbarukan agar seluruh pasokan listrik hijau yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
"Tapi selain dari itu, CCEP Indonesia ini kami sebenarnya salah satu pelanggan dari Renewable Energy Certificate atau REC-nya PLN. Di situ ada unique verifier number yang bisa di-track, karena dari PLN itu memastikan bahwa ketika dipensiunkan satu sertifikat setara dengan 1 MWh misalkan, itu hanya diberikan ke pelanggan yang membeli tersebut dan tidak dijual ke yang lain, atau tidak ada perhitungan ganda," tutur Natasha.
Dari perspektif operasional manufaktur, keberadaan fasilitas di Cikarang Barat ini memegang peran strategis dalam menopang distribusi produk minuman ke pasar nasional dengan standar keberlanjutan yang tinggi.
"Bekasi 2 Plant merupakan salah satu dari lima fasilitas produksi strategis kami di CCEP Indonesia, yang mendukung pemenuhan kebutuhan konsumen di seluruh wilayah Indonesia. Namun bagi kami, Bekasi 2 Plant tidak hanya sekadar fasilitas produksi, kami melihat masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita produksi, tapi juga oleh bagaimana cara kita memproduksinya," ungkap Customer Service & Supply Chain Director of PT Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, Linda Christina Daryanto, dalam kesempatan sama.
Manajemen perseroan menyadari bahwa energi merupakan komponen vital demi memastikan keandalan serta efisiensi proses produksi harian, sekaligus memegang peranan kunci dalam mengawal transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Linda menekankan bahwa percepatan dekarbonisasi industri hanya dapat tercapai melalui eksekusi nyata yang memadukan kesiapan lahan industri dengan keandalan teknologi penyedia listrik.
"Ketika kita berbicara tentang transisi energi, bagi kami ini bukan hanya target jangka panjang atau komitmen di atas kertas, ini mengenai tindakan yang nyata. Pemasangan solar panel yang kita resmikan hari ini merupakan salah satu langkah konkret, di mana CCEP Indonesia menyediakan area dan fasilitas serta pemasangan instalasi panel surya, sementara Cikarang Listrindo yang menghadirkan teknologi, infrastruktur yang memungkinkan energi terbarukan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional kami," kata Linda.
Langkah ini memperkuat portofolio pemanfaatan tenaga surya CCEP Indonesia yang sebelumnya telah terpasang di pabrik Bekasi 1, Pasuruan, serta Semarang. Perseroan memandang kolaborasi terpadu antara pengguna energi, pengembang infrastruktur, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar transformasi hijau memberikan dampak skala luas.
Momentum peresmian ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk memperluas kemitraan strategis lintas sektor demi menjawab tantangan transisi energi di sektor industri pengolahan.
"Peresmian hari ini bukanlah garis akhir dari CCEP Indonesia, ini justru merupakan awal percakapan yang lebih besar untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mendorong transisi energi dan mendukung masa depan sektor manufaktur Indonesia yang lebih berkelanjutan," beber Linda.
(Febrina Ratna Iskana)