PetroChina Jabung Temukan Cadangan Gas Baru hingga 6,3 MMSFD dan Tambah Pasokan LPG
SKK Migas melaporkan penemuan cadangan gas baru dari pengeboran sumur eksploitasi NEB-79ST yang dilakukan oleh PetroChina Jabung.
IDXChannel – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan temuan gas baru dari PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) yang berhasil melaksanakan kegiatan pengeboran sumur eksploitasi NEB-79ST yang berlokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Menurut Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, kegiatan tajak di sumur tersebut dimulai pada 28 Februari 2026 dan pengeboran telah diselesaikan pada 28 Maret 2026.
Sumur NEB-79ST dibor secara directional (J-Type) menggunakan Rig Bohai#26 berkapasitas 750 HP hingga mencapai kedalaman akhir 7,663 ft MD / 5,156 ft TVD, dan dilanjutkan dengan kegiatan completion menggunakan rig yang sama.
Djoko mengatakan pada 7 April 2026, sumur NEB-79ST telah menyelesaikan kegiatan well test dengan hasil yang sangat menggembirakan.
Secara rinci, hasil pengeboran tersebut sebagai berikut:
- interval LTAF-C pada kedalaman 7,161’ – 7,191’ MD (Formasi Talang Akar), diperoleh laju alir gas sebesar 4.3 MMSCFD dan 60 BFPD pada bukaan choke 52/64”, WHP 445 psi.
- interval LTAF-D pada kedalaman 7,226’–7,241’ MD juga menunjukkan hasil signifikan dengan gas rate maksimum 2.0 MMSCFD dan 47 BFPD pada choke size 36/64” dan WHP 411 psi.
“Sehingga total produksi gas dari sumur ini sebesar 6.3 MMSFD dan kurang lebih 100 BCPD (kondensat). Dan gas dari sumur sumur sekitar Jambi termasuk Petrochina dan Jambi Merang banyak mengandung Propana & Butana ( C3 & C4) sehingga setiap temuan gas di sekitar jambi akan menambah produksi LPG ( Paten),” kata Djoko kepada IDX Channel, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, Djoko mengatakan temuan cadangan gas baru itu mengindikasikan bahwa sumur tersebut memiliki sistem reservoir gas yang produktif dan berlapis serta menunjukkan performa reservoir yang baik dan prospektif untuk pengembangan lebih lanjut ke depannya.
Secara operasional, kegiatan pengeboran dan completion sumur NEB-79ST berjalan dengan aman tanpa adanya kejadian kecelakaan maupun insiden yang dapat dicatat (zero recordable incident).
Hingga saat ini, sumur telah dikerjakan selama 43 hari dengan realisasi biaya berdasarkan field estimate sebesar kurang lebih USD 3.9 MM, atau sekitar 71% dari total anggaran sesuai AFE yang telah disetujui.
Selanjutnya, setelah penyelesaian sumur NEB-79ST, Petrochina Jabung akan melanjutkan kegiatan pengeboran sumur pengembangan berikutnya yaitu Sumur Gemah-86. Djoko berharap sumur tersebut dapat memberikan hasil yang optimal guna mendukung peningkatan produksi migas nasional pada 2026.
(Febrina Ratna Iskana)