ECONOMICS

PLTS Terbesar Industri Semen Dibangun di Citeureup, Cirebon, dan Tarjun, Kapasitas Capai 71,9 MW

Tangguh Yudha 25/05/2026 05:58 WIB

Tiga lokasi itu merupakan kompleks pabrik utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) yakni di Citeureup, Cirebon, dan Tarjun.

PLTS Terbesar Industri Semen Dibangun di Citeureup, Cirebon, dan Tarjun, Kapasitas Capai 71,9 MW

IDXChannel - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terbesar dengan total kapasitas mencapai 71,9 MW dibangun di tiga lokasi.

Tiga lokasi itu merupakan kompleks pabrik utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) yakni di Citeureup, Cirebon, dan Tarjun.

Instalasi PLTS ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun, menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO₂ per tahun, serta memberikan dampak lingkungan setara dengan 1,4 juta pohon tertanam per tahun.

Direktur Indocement, Holger Mørch, mengatakan industri semen harus melakukan transformasi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan tuntutan keberlanjutan global.

“Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri," kata Holger dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).

Menurut perusahaan, proyek PLTS ini bukan hanya sekadar pengembangan energi terbarukan, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan jejak karbon operasional secara menyeluruh.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti refuse-derived fuel (RDF), optimalisasi bahan baku rendah emisi, pengembangan roadmap energi rendah karbon, hingga inovasi produk semen ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra strategis penyedia solusi energi terbarukan untuk mendukung operasional industri.

Melalui pendekatan sustainability-as-a-service, SUN Energy menghadirkan solusi yang diklaim mampu menjaga keandalan pasokan energi untuk industri berat, meningkatkan efisiensi biaya jangka panjang, serta memperkuat ketahanan energi di tengah volatilitas energi global.

Director of Power SUN Energy, Jefferson Kuesar, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan produktivitas industri.

"Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri," kata Kuesar.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE