ECONOMICS

PMI Manufaktur RI Anjlok, Kadin Dorong Penguatan Program Industrialisasi Lintas Sektor

Rohman Wibowo 25/07/2026 04:04 WIB

Kadin Indonesia menyikapi secara optimistis pada penurunan indeks pengelola pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia saat ini.

PMI Manufaktur RI Anjlok, Kadin Dorong Penguatan Program Industrialisasi Lintas Sektor. (Foto Rohman W/IMG)

IDXChannel - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyikapi secara optimistis pada penurunan indeks pengelola pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang terjadi saat ini.

Pengusaha menilai kontraksi aktivitas manufaktur tersebut dapat dipulihkan kembali secara bertahap melalui akselerasi program industrialisasi yang berkesinambungan lintas sektor.

"Kami melihat justru dengan kita menggiatkan perdagangan akan ada investasi di bidang industri yang memperkuat manufaktur. Karena kita mesti continue, mesti terus untuk giatkan industrialisasi sektor-sektor yang bukan saja dari sisi mineral kritis, seperti nikel, copper, bauksit, tapi juga dari pertanian, bahkan dari teknologi data pun juga bisa diolah menjadi suatu yang berharga," kata pria yang akrab disapa Anin itu, selepas pertemuan dengan Menko Airlangga Hartarto di rumah dinas Widya Chandra, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Menurut Anin, diversifikasi sektor berbasis nilai tambah menjadi kunci utama dalam menjaga daya saing industri di dalam negeri. Pengolahan komoditas tidak hanya berpatokan pada mineral tambang semata, melainkan juga harus merambah pada sektor agribisnis hingga pengembangan ekonomi berbasis data digital.

Anin menekankan soal sektor manufaktur nasional tetap memiliki daya tahan dan prospek pemulihan yang kuat di tengah ketidakpastian pasar global. Kadin meyakini penguatan industri pengolahan dalam negeri hanya tinggal menunggu waktu seiring tetap tingginya daya pikat investasi dan perdagangan tanah air.

"Tapi kembali lagi kepada manufaktur, kita melihat hanya masalah waktu kalau Indonesia terus menjadi negara yang diminati untuk berdagang dan juga berinvestasi, pasti industrialisasinya selama kita fokuskan bisa berkembang kembali," kata dia.

Terjadi penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) menurut rilis S&P untuk kondisi Indonesia. Rincinya, pada Juni 2026 turun ke level 46,9 dari posisi 50,0 pada Mei 2026. 

Seturut itu, Indeks Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) pada kuartal II-2026 didapati turun ke angka 51,43 persen dari 52,03 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih berada dalam level ekspansi di atas level 50 persen.

(Dhera Arizona)

SHARE