ECONOMICS

Prabowo Soroti Capital Outflow, Airlangga: Masih Dapat Dinetralisasi dengan SRBI

Anggie Ariesta 06/05/2026 07:45 WIB

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap fenomena arus modal keluar (capital outflow).

Prabowo Soroti Capital Outflow, Airlangga: Masih Dapat Dinetralisasi dengan SRBI. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel – Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang dipicu oleh aksi jual investor asing di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN) selama kuartal I-2026. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, meskipun tekanan di pasar modal dan SBN cukup besar, dampaknya masih dapat dinetralisasi oleh aliran modal masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Menanggapi situasi tersebut, Presiden menginstruksikan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) untuk mempererat kerja sama guna membendung derasnya aliran modal keluar ke depannya.

“Beberapa hal yang menjadi perhatian tentu terkait dengan Bapak Presiden melihat terkait dengan capital outflow, dan capital outflow tadi didalami bahwa disebabkan oleh satu, pasar modal; dua, SBN; dan tiga dinetralisasi oleh SRBI. Dan tadi disepakati, dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui secara tahun berjalan (year-to-date), pasar keuangan domestik memang masih mencatatkan outflow.

Namun, koordinasi intensif antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan BI mulai menunjukkan hasil positif dengan kembalinya aliran modal masuk (inflow) ke pasar saham dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan minat investor asing, pemerintah dan BI sepakat untuk mengoptimalkan SRBI sebagai instrumen penyeimbang. Strategi ini diharapkan mampu memastikan total portofolio asing di Indonesia tetap mencatatkan inflow bersih.

“Karena sementara ini SBN itu keluar, terus kemudian saham meskipun dalam minggu-minggu terakhir hasil koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan sudah mulai inflow. Tapi year to date (secara tahun berjalan) masih outflow, sementara saham terjadi outflow,” kata Perry.

Perry menambahkan, sinkronisasi kebijakan antara fiskal dan moneter menjadi kunci utama agar daya tarik pasar keuangan domestik tetap terjaga.

“Sehingga, inflow-nya SRBI bisa menutupi outflow-nya SBN dan saham. Itu koordinasi kami dengan Pak Menteri Keuangan. Sehingga, betul-betuk menjaga inflow-nya dari portofolio asing itu masih year to date-nya masih terjadi inflow dan itu memperkuat nilai tukar rupiah,” ujar Perry.

(Dhera Arizona)

SHARE