Produk Herbal Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi, Ekspor Perdana Senilai Rp2,5 Miliar
Produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang baik dan berpotensi diterima oleh pasar yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
IDXChannel - Produk herbal asal Indonesia meraih kesepakatan bisnis untuk pengiriman perdana ke Arab Saudi sebesar Rp2,5 miliar. Kesepakatan bisnis tersebut dituangkan dalam penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (Letter of Agreement) antara PT Dami Sariwana dari Indonesia dan mitranya, yaitu Al Itholah Trading dari Arab Saudi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan ekspor perdana ini membuktikan besarnya potensi produk herbal Indonesia di pasar global.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” ujar Puntodewi dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Cakupan kesepakatan dagang dengan Al Itholah Trading ini meliputi tiga jenis produk herbal unggulan, yaitu suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, serta produk pelangsing tubuh. Pada tahap awal kerja sama, pengiriman perdana ke Arab Saudi akan dilakukan sebanyak satu kontainer yang dijadwalkan berangkat pada Juli mendatang, setelah memenuhi standar otoritas pangan dan obat-obatan setempat (Saudi Food and Drug Authority/SFDA).
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menyampaikan, meningkatnya tren gaya hidup sehat di Arab Saudi menjadi katalis positif bagi masuknya produk herbal Indonesia. Untuk menjamin keberlanjutan bisnis tersebut, ITPC Jeddah menerapkan langkah preventif berupa verifikasi mendalam terhadap kredibilitas importir produk herbal Indonesia di Arab Saudi sebelum prosesi penandatanganan kerja sama dilakukan.
“Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana PT Dami Sariwana berjalan lancar. Terlebih, mitra di Arab Saudi sudah berkomitmen memesan lanjutan jika produk ini diterima dengan baik,” ujar Bagas.
Pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, menilai produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang baik dan berpotensi diterima oleh pasar yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
“Target pasar kami tidak hanya terbatas di Arab Saudi saja, melainkan akan kami perluas hingga ke Sudan. Sebagai bentuk keseriusan, saat ini kami bahkan telah menyiapkan area pemajangan untuk produk-produk PT Dami Sariwana di jaringan outlet kami agar dapat langsung menarik perhatian konsumen,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat tren positif perdagangan kedua negara, khususnya di sektor nonmigas. Pada Januari-April 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi tercatat sebesar USD1,02 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi adalah sebesar USD675,80 juta dan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi sebesar USD345,90 juta. Indonesia mencatatkan surplus nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD329,90 juta.
Sementara itu, pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai USD3,94 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi mendominasi sebesar USD2,88 miliar dibandingkan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi yang sebesar USD1,06 miliar. Dengan demikian, Indonesia berhasil mencatatkan surplus nonmigas sebesar USD1,82 miliar terhadap Arab Saudi.
(NIA DEVIYANA)