ECONOMICS

Produksi Emas Nasional Belum Optimal, Ini Biang Keroknya

Tangguh Yudha 08/02/2026 08:22 WIB

Produksi emas nasional Indonesia dinilai belum optimal dan cenderung mandek di kisaran 100 ton.

Produksi Emas Nasional Belum Optimal, Ini Biang Keroknya (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Produksi emas nasional Indonesia dinilai belum optimal dan cenderung mandek di kisaran 100 ton. 

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah struktur pajak domestik yang dinilai lebih tinggi dibandingkan skema pajak ekspor-impor.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, dalam acara ICMSS Capital Market Seminar yang digelar di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Jumat (6/2/2026).

"Kenapa posisinya hanya 100 ton yang bisa diproduksi? Salah satunya terkait pajak ya. Salah satunya terkait pajak yang posisinya pajak domestik lebih tinggi dibandingkan pajak ekspor-impor sendiri," ujar Ferdian.

Menurutnya, persoalan pajak menjadi salah satu penyebab dari beberapa faktor penyebab lainnya.

Selain faktor fiskal, tingkat produksi emas nasional juga sangat bergantung pada permintaan pasar. Rendahnya permintaan domestik membuat optimalisasi produksi belum dapat dilakukan secara maksimal.

"Posisi produksi ini kan tergantung demand juga ya. Harapannya ke depan teman-teman mulai investasi emas ataupun menabung emas. Karena posisinya itu akan meningkatkan optimalisasi terkait dengan produksinya sendiri," kata Ferdian.

Dia menambahkan, pengembangan ekosistem emas nasional, termasuk melalui pembentukan bullion bank, diharapkan dapat mendorong peningkatan permintaan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.

"Semoga dengan adanya bullion, adanya pengembangan, ini bisa mengoptimalkan impact terkait dengan emas di Indonesia," kata Ferdian.

Untuk diketahui, peluncuran bullion bank oleh Presiden Prabowo Subianto disambut positif oleh pelaku industri emas nasional. Kehadiran bullion bank dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem emas sekaligus menopang sistem keuangan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), Sandra Sunanto menilai keberadaan bullion bank memiliki nilai ekonomi yang besar bagi Indonesia, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia.

"Ini menjadi hal yang sangat penting untuk membangun ekosistem yang sangat kuat di negara kita supaya emas ini nggak beredar kemana-mana. Jadi emas ini ada di dalam negeri, di domestic market yang memperkuat kinerja ekonomi kita. Dan bullion bank ini sebetulnya sangat support financial system," tuturnya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE