ECONOMICS

Produksi Migas MedcoEnergi (MEDC) Naik 18 Persen Jadi 170 Ribu Barel per Hari di Kuartal I-2026

Iqbal Dwi Purnama 20/05/2026 17:30 WIB

MedcoEnergi (MEDC) mencatatkan kenaikan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 18 persen pada kuartal I-2026.

Produksi Migas MedcoEnergi (MEDC) Naik 18 Persen Jadi 170 Ribu Barel per Hari di Kuartal I-2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau MedcoEnergi mencatatkan kenaikan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 18 persen pada kuartal I-2026.

VP Business Support MedcoEnergi Iwan Prajogi mengungkapkan, produksi migas perseroan mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) pada tiga bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut meningkat dibandingkan total produksi sebesar 156 mboepd pada periode sebelumnya.

"Produksi migas pada kuartal I-2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal," ujar Iwan dalam acara IPA Convex 2026 di ICE BSD Tangerang, Rabu (20/5/2025).

Kenaikan produksi ini ditopang oleh optimalisasi sejumlah aset migas utama serta percepatan proyek pengembangan strategis di dalam dan luar negeri. Di Sumatera Selatan, Corridor PSC kini telah berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70 persen, sementara proyek Sakakemang PSC bergerak menuju Final Investment Decision (FID) pada kuartal III-2026 dengan target produksi perdana pada 2027.

Selain itu, proyek Senoro Phase 2A di Sulawesi ditargetkan mulai beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini. Di tingkat regional, proyek Bualuang Phase-1 di Thailand dijadwalkan mulai onstream pada kuartal II-2026.

MedcoEnergi menargetkan produksi migas berada di kisaran 165-170 mboepd sepanjang 2026. Perseroan optimistis target tersebut dapat tercapai seiring berjalannya proyek-proyek pengembangan sesuai jadwal.

Selain memperkuat bisnis hulu migas, MedcoEnergi juga terus mengembangkan sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan. Perseroan saat ini menargetkan kontribusi energi terbarukan mencapai 30 persen dari total kapasitas terpasang pada 2030.

Menurut Iwan, peningkatan produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional seiring meningkatnya kebutuhan energi untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Keberlanjutan pasokan energi membutuhkan eksekusi proyek yang disiplin, portofolio yang seimbang, serta kemitraan yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE