Produksi Minyak Arab Saudi Anjlok 23 Persen ke Level Terendah sejak 1990
Produksi minyak Arab Saudi anjlok ke level terendah sejak 1990 karena ekspor energi negara tersebut terhambat oleh konflik di Selat Hormuz dan Laut Merah.
IDXChannel - Produksi minyak Arab Saudi anjlok ke level terendah sejak 1990 karena ekspor energi negara tersebut terhambat oleh konflik di Selat Hormuz dan Laut Merah.
Arab Saudi merupakan pemimpin de fakto Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan salah satu eksportir energi terbesar di dunia.
Dilansir dari Al Monitor pada Jumat (11/92026), Arab Saudi melaporkan kepada OPEC bahwa produksi turun sebesar 23 persen atau 1,9 juta barel per hari (bph) menjadi 6,2 juta bph pada Agustus 2026.
Ekspor minyak mentah kerajaan tersebut juga anjlok ke level terendah dalam lebih dari satu dekade, menurut data dari firma riset Kpler.
Arab Saudi mengekspor minyak sebanyak 3,2 juta bph pada Agustus, terendah dalam 13 tahun.
Arab Saudi biasanya mengirimkan sebagian besar minyak mentahnya melalui Selat Hormuz. Namun, jalur maritim vital itu lumpuh sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai perang terhadap Iran pada Februari.
Sebagai balasan atas agresi AS-Israel, Iran menyerang kapal-kapal di jalur maritim strategis tersebut.
Sejak saat itu, Arab Saudi mengalihkan sebagian besar minyak mentahnya melalui Pipa Timur-Barat ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk menghindari gangguan di Selat Hormuz.
Namun, pada Juli, kelompok Houthi di Yaman yang pro-Iran menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.
Blokade tersebut semakin membatasi pilihan kerajaan untuk mengekspor minyak mentahnya.
Kelompok Houthi juga menyerang sejumlah fasilitas minyak Arab Saudi. Pada Selasa, kelompok tersebut menargetkan lokasi milik Saudi Aramco di Abha, Najran, dan Jizan. (Wahyu Dwi Anggoro)