ECONOMICS

Produsen Plastik Cari Alternatif Pemasok Bahan Baku Selain Timur Tengah, Pengiriman Bisa 50 Hari

Rohman Wibowo 06/04/2026 05:00 WIB

Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mengatakan produsen plastik harus menghitung ulang biaya produksi imbas konflik Timur Tengah.

Produsen Plastik Cari Alternatif Pemasok Bahan Baku Selain Timur Tengah, tapi Ada Konsekuensinya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mengatakan produsen plastik harus menghitung ulang biaya produksi imbas konflik Timur Tengah. Kondisi geopolitik membuat mengusaha harus mencari negara alternatif pemasok bahan baku.

Sekjen Inaplas Fajar Budiono mengatakan, rantai pasok nafta yang selama ini berasal dari negara Timur Tengah terbilang memakan waktu yang cukup ringkas. Setidaknya membutuhkan waktu hanya 10 sampai 15 hari pengiriman. 

Sedangkan, distribusi bahan baku plastik dari luar kawasan tersebut bakal memerlukan waktu lebih panjang.

"Kalau di luar Middle East butuh waktu 50 hari paling cepat. Sehingga kita harus hitung ulang karena rantai pasoknya pasti akan tambah panjang," kata Fajar kepada IDXChannel, Minggu (5/4/2026).

Dia merinci hal-hal yang mendorong komponen biaya berubah, mulai dari persediaan, struktur harga, hingga kualitas.

Meski demikian, ada produsen yang dalam kondisi ini tak ingin bertaruh risiko bisnis sehingga memilih tidak menaikkan stok bahan baku dengan mempertimbangan kemungkinan adanya fluktuasi harga seperti 
krisis 1998 dan 2008.

"Kalau kami lihat tahun 2008 itu harga (bahan baku plastik) bisa sampai USD2.100 per metrik ton, tapi tiba-tiba besok turun jadi USD1.200. Sehingga yang pegang stok rugi banyak dan banyak yang tutup, itu yang yang dihindari sekarang karena ketidakpastian ini nggak tahu berubahnya kapan, karena waktunya tidak ada yang bisa memprediksikan dan itu di luar kontrol kita," kata Fajar.

Terkini, Kementerian Perdagangan sedang mengupayakan diversifikasi negara pemasok bahan baku plastik selain negara Timur Tengah. Selain itu, diversifikasi bahan baku selain nafta juga sedang diproses.

(NIA DEVIYANA)

SHARE