Proyek Giant Sea Wall akan Dibangun dalam 15 Segmen, Jakarta dan Semarang Lebih Awal
Sejumlah wilayah masuk dalam penanganan di tahap awal, seperti teluk Jakarta, Semarang, dan wilayah Jateng bagian utara.
IDXChannel - Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa sekaligus Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, mengungkap pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 km akan dibangun dalam 15 segmen.
Didit mengatakan sejumlah wilayah masuk dalam penanganan di tahap awal, seperti teluk Jakarta, Semarang, dan wilayah Jateng bagian utara. Sumber pembiayaan proyek ini secara keseluruhan akan ditanggung APBN dan pembiayaan investor.
"Pembangunannya sendiri lebih kurang sekitar 575 km di Panturan Jawa. Kita bagi ke dalam 15 segmen di mana bisa menggunakan kegiatan pembangunan secara paralel," ujar Didit dalam konferensi pers Kick Meeting Giant Sea Wall di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Salah satu pertimbangan Jakarta dan Semarang mendapatkan penanganan lebih awal karena melihat penurunan muka tanah yang lebih cepat dibandingkan kota-kota lainnya. Selain itu kedua kota ini juga dinilai punya lebih banyak aset ekonomi yang perlu dilindungi.
Penurunan muka tanah di Jakarta dan Semarang sendiri setiap tahunnya mencapai 20 cm. Hal tersebut diakibatkan oleh penyedotan air yang signifikan serta peningkatan aktifitas industri di kawasan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono, menambahkan pengendalian banjir Pantura membutuhkan integrasi dari hulu ke hilir, darat ke laut, serta pemerintah pusat dan daerah.
Dia menjabarkan, penanganan di hulu meliputi pembangunan wilayah resapan dan waduk. Pekerjaan ini menjadi tugas Pemerintah Daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Sementara penanganan di hilir membangun banjir kanal serta sistem polder untuk mengatur elevasi air dengan pintu air, pompa, untuk nantinya membuang air ke laut. Pekerjaan ini masih menjadi tanggung jawab pemda dan Kementerian PU.
Adapun tugas dari Badan Otorita membangun waduk retensi di wilayah yang saat ini menjadi pesisir. Kemudian sekitar 4-6 km dari bibir pantai, akan dibangun tanggul beton. Waduk retensi yang dibangun di bibir pantai ini nantinya berfungsi sebagai penampungan air sebelum kembali di pompa ke luar melewati tanggul.
"Tentunya kita berharap adalah penjajakan investor. Karena ini akan membutuhkan anggaran yang besar. Tentu tidak semua menggunakan APBN atau APBD. Kita harus hadir dengan berbagai skema pembiayaan yang kreatif, yang inovatif," kata AHY.
(NIA DEVIYANA)