ECONOMICS

Proyek Giant Sea Wall Ditargetkan Groundbreaking September 2026

Danandaya Arya Putra 20/01/2026 12:12 WIB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) akan ikut ambil bagian dalam proyek tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) akan ikut ambil bagian dalam proyek tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) akan ikut ambil bagian dalam proyek tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall. Proyek untuk mengatasi banjir rob dari pesisir utara Jawa tersebut rencananya akan dimulai pada tahun ini.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, proses peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada September 2026

"Kapan dimulainya? Rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini," katanya di Jakarta, Selasa (20/1/2026)

Dalam proyek Giant Sea Wall, kata Pramono, Pemprov DKI diminta pemerintah pusat membangun tanggul sepanjang 19 kilometer (km). Dia menegaskan, Pemprov DKI siap memenuhi permintaan tersebut.

"Karena dulu Jakarta ini kebagian 12 km, tetapi kemarin ditambahkan menjadi 12 km ditambah 7 km menjadi 19 km. Mau 12 km, mau 19 km, Jakarta akan mengerjakan," ujarnya.

Kendati demikian, Pramono mengaku masih menunggu arahan pemerintah pusat dalam program pembangunan Giant Sea Wall. Namun, kata dia, Pemprov Jakarta juga mengerjakan pembangunan tanggul laut dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) fase A. 
 
"Nah bagaimana Jakarta sendiri mempersiapkan untuk itu? Sekarang yang sedang kita bangun, yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta sendiri adalah NCICD, yang tanggul-tanggul yang apa di pantai-pantai yang ada di utara," ujarnya.

Dia menambahkan, tanggul laut NCICD fase A di kawasan Ancol saat ini sudah rampung dikerjakan. Selain untuk menahan rob, tanggul laut ini juga akan dibeautifikasi alias dipercantik lewat prosehingga memperindah tata kota.

"Saya minta semua yang seperti itu, jangan hanya berdiri tembok atau beton saja, tetapi ada tamannya," pungkasnya.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE