ECONOMICS

Proyek Hilirisasi Dominasi Investasi Asing, Tarik Rp98,4 Triliun pada Kuartal I-2026

Iqbal Dwi Purnama 23/04/2026 11:38 WIB

Proyek hilirisasi menguasai investasi asing sepanjang Januari-Maret 2026 dengan nilai Rp98,4 triliun.

Proyek hilirisasi menguasai investasi asing sepanjang Januari-Maret 2026 dengan nilai Rp98,4 triliun. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Proyek hilirisasi menguasai investasi asing (foreign direct investment/FDI) sepanjang Januari-Maret 2026. Pada kuartal I-2026, realisasi investasi hilirisasi yang ditanamkan pemodal asing mencapai Rp98,4 triliun. 

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan total realisasi investasi hilirisasi baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp147,5 triliun. 

"Realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau 29,6 persen dari total realisasi investasi kuartal-I 2026, tumbuh 8,2 persen secara year-on-year (yoy)," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Rosan mengatakan, kontribusi asing memang masih mendominasi capaian investasi untuk proyek-proyek hilirisasi. Kontribusi PMA tercatat Rp98,4 triliun atau setara 66,7 persen, sementara PMDN berkontribusi Rp49,1 triliun 33,3 persen. Secara geografis, 75,5 persen investasi hilirisasi berada di luar Jawa senilai Rp111,4 triliun.

Rosan menjelaskan, sektor mineral mendominasi capaian investasi dengan total Rp98,3 triliun, dipimpin oleh nikel Rp41,5 triliun, tembaga Rp 20,7 triliun, dan besi baja Rp17,0 triliun. Sektor perkebunan dan kehutanan menyumbang Rp29,8 triliun, didominasi kelapa sawit. Sementara minyak dan gas bumi berkontribusi Rp17,7 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp1,7 triliun.

Adapun berdasarkan daerah atau lokasi investasi masih di dominasi di luar pulau Jawa. Secara rinci, provinsi Sulawesi Tengah menjadi lokasi hilirisasi terbesar dengan Rp24,1 triliun, disusul Maluku Utara, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.

"Untuk realisasi investasi di sektor hilirisasi, Singapura, Hong Kong (China), dan China mendominasi sebagai negara asal FDI di sektor hilirisasi," kata Rosan. 

Sekedar informasi, pada kuartal-I 2026, realisasi investasi secara nasional mencapai Rp498,8 triliun, setara dengan 24,4 persen dari target tahunan 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Angka ini tumbuh 7,2 persen yoy dan naik tipis 0,4 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qtq) dari Rp496,9 triliun.

Singapura menjadi negara asal investasi asing terbesar dengan USD4,6 miliar, jauh melampaui negara lainnya. Di belakangnya terdapat Hong Kong (China) dengan USD2,7 miliar, China USD2,2 miliar, Amerika Serikat USD1,3 miliar, dan Jepang USD1,0 miliar.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE