PSN Merauke Diharapkan Perkuat Ketahanan Pangan dan Sejahterakan Masyarakat
Mentan Amran Sulaiman menegaskan, program pengembangan lahan pertanian di PSN Merauke merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan.
IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, program pengembangan lahan pertanian di Proyek Strategis Nasional (PSN) Merauke, Papua Selatan, merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
"Kenapa tidak melihat daerah lain yang berhasil kami tingkatkan produktivitasnya hingga bisa panen tiga kali setahun?" ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).
Amran menuturkan, pemerintah telah mengembangkan lahan pertanian dan mencetak sawah di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan.
Menurut dia, program serupa di Merauke dijalankan untuk meningkatkan produksi pangan melalui pembangunan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta optimalisasi lahan bagi petani.
Dia juga mengklaim program cetak sawah di Merauke telah berkontribusi menurunkan harga beras di wilayah tersebut dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram (kg).
"Yang kami lakukan di Merauke untuk rakyat," kata Amran.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam rangka merespons narasi film dokumenter Pesta Babi yang menyoroti dugaan deforestasi di Merauke untuk pengembangan pertanian padi, perkebunan tebu, kelapa sawit, dan peternakan sapi.
Film itu juga mengangkat isu pembelian hutan adat serta dampak lingkungan dari proyek yang terkait dengan target produksi beras, biodiesel B50, dan bioetanol.
Amran menduga kritik terhadap proyek tersebut muncul seiring langkah Indonesia menuju swasembada pangan. Padahal, lahan yang dikembangkan pemerintah merupakan lahan rawa yang dioptimalkan untuk produksi pangan.
Amran menilai film tersebut tidak menampilkan secara utuh keberhasilan program optimalisasi lahan yang telah dijalankan pemerintah di berbagai daerah.
Di sisi lain, sejumlah warga di Distrik Wanam menyatakan harapan agar pembangunan proyek strategis nasional (PSN) food estate terus berlanjut. Petani setempat, Inosensio Sigipse atau yang akrab disapa Papa Ino, menilai proyek tersebut berpotensi mendorong pembangunan infrastruktur dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
"Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan, supaya kami lebih mudah menjual hasil tani," ujarnya.
Menurut Papa Ino, kondisi ekonomi masyarakat setempat masih menghadapi tantangan karena hasil pertanian tidak selalu terserap pasar. Karena itu, dia berharap proyek pengembangan pangan dapat membuka akses yang lebih luas bagi petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Hal senada disampaikan Kleopas Mause, seorang guru sekaligus Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di Wanam. Dia menegaskan masyarakat sejak awal menerima kehadiran PSN karena dinilai membawa perubahan, meski belum sepenuhnya merata.
“Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan,” kata dia.
Dia juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terhadap infrastruktur dasar.
“Masyarakat masih jalan kaki bawa hasil ke perusahaan. Harapannya ada jalan yang layak sampai kampung, supaya hidup bisa lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Laurentius Gali Blagaise, tokoh dusun setempat, menilai pembangunan memberikan dampak positif, meski di awal sempat menimbulkan kekhawatiran.
"Kalau saya lihat perubahan ini sudah bagus sekali. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut kerja,” kata Papa Lau.
Dia mengakui masih ada warga yang belum terserap tenaga kerja, namun peluang ke depan dinilai tetap terbuka. “Masih banyak anak muda yang mau kerja. Harapannya bisa mengurangi pengangguran,” katanya.
(Dhera Arizona)