ECONOMICS

PTP Nonpetikemas Andalkan Elektrifikasi Alat Berat di Tengah Kenaikan Harga BBM

Iqbal Dwi Purnama 01/05/2026 22:00 WIB

PTP Nonpetikemas mengakui bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada peningkatan beban biaya operasional

PTP Nonpetikemas Andalkan Elektrifikasi Alat Berat di Tengah Kenaikan Harga BBM. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel -  PTP Nonpetikemas mengakui bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada peningkatan beban biaya operasional. Mengingat saat ini alat-alat bongkar muat yang digunakan masih sebagian menggunakan tenaga fosil atau bahan bakar minyak.

Direktur Komersial & Pengembangan Usaha PTP  Nonpetikemas Dwi Rahmad Toto memastikan, kenaikan beban operasional tersebut tidak akan berdampak pada kualitas layanan terhadap pelanggan di pelabuhan. Ia perkirakan kenaikan harga BBM industri sebagai dampak dari konflik yang terjadi di timur tengah, membuat beban operasional naik menjadi 2 kali lipat.

"(Konflik) Iran, Israel, dan Amerika ini tidak terlalu signifikan sebetulnya ya. Tapi ini mulai terasa nih, karena dampaknya BBM mulai naik ya. Operasional cost kita meningkat, BBM yang tadinya di bawah ini itu sudah dua kali lipat," ujarnya dalam acara Port Visit PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Rabu (29/4/2026).

Toto menambahkan, di tengah kenaikan beban operasional akibat dari kenaikan harga BBM, PTP Nonpetikemas terus mengupayakan penggantian alat operasional yang sebelumnya bertenaga fosil, menjadi penggerak listrik. Hal ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi BBM dan meredam dampak para arus kas perusahaan.

Saat ini PTP Nonpetikemas telah memiliki alat pelabuhan untuk  operasional bertenaga listrik, walaupun  masih terdapat sebagian alat operasional yang menggunakan BBM. Namun kedepannya elektrifikasi alat operasional semakin ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan efisiensi , mendukung pengurangan emisi dan menuju pelabuhan yang ramah lingkungan.

"Alat bongkar muat kita ada yang beberapa masih pakai solar ya. Makanya program kita tahun ini kan elektrifikasi semua. Memang kan banyak ya, sehingga dilakukan secara bertahap," katanya.

Namun demikian Toto menegaskan, PTP Nonpetikemas belum melakukan penyesuaian tarif jasa bongkar muat walaupun harga BBM industri saat ini mengalami kenaikan. Sebab tarif sendiri telah ditetapkan oleh Pemerintah, sehingga perusahaan akan ikut pada aturan yang berlaku.

"Kalau penyesuaian tarif tentu kita harus koordinasi dengan regulator penyesuaiannya. Karena dampak ini kan besar (kalau tarif naik), nanti ke masyarakat bisa seperti apa. (Penyesuaian tarif) kita akan ikut regulator," kata Toto.

"Tentu kita di pelabuhan tidak bisa serta merta menaikan tarif. Semua ada regulasinya. Kita berharap sebetulnya bisa normal kembali sehingga aktivitas kita normal kembali," lanjutnya.

Kesempatan yang sama, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok Budi Utoyo mengakui bahwa kenaikan harga BBM juga turut membuat para vendor alat berat di pelabuhan meminta penyesuaian nilai kontrak terhadap perusahaan.

"Vendor-vendor alat berat itu sudah kita kumpulkan, itu meminta kenaikan sampai 25 persen. Tadinya dia minta naik 50 persen, saya bilang, nanti dulu, harus kita hitung. Per jam butuh solar berapa, hasilnya kerja itu berapa, kita bagi, akhirnya ketemu angka 25 persen," pungkasnya. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE