Purbaya Beberkan Efektivitas APBN 2025: Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen dan Raih WTP ke-10
Purbaya menegaskan APBN 2025 terbukti efektif menjadi instrumen fiskal utama yang menjaga daya tahan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbukti efektif menjadi instrumen fiskal utama yang menjaga daya tahan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Purbaya saat memberikan sambutan mewakili pemerintah dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Pembicaraan Tingkat II/Pengambilan Keputusan atas RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2 APBN) TA 2025 di Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).
Purbaya membeberkan indikator perbaikan kesejahteraan rakyat yang dicapai sepanjang tahun anggaran 2025 di tengah gejolak perekonomian dan dinamika geopolitik global.
"Terjaganya resiliensi perekonomian Indonesia didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif telah mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat dengan tingkat pengangguran menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025 lebih rendah dibandingkan dengan Agustus 2024 yang mencapai 4,91 persen dan tingkat kemiskinan yang juga turun menjadi 8,25 persen pada September 2025 lebih rendah jika dibandingkan September 2024 yang mencapai 8,57 persen,” ujar Purbaya.
Di tengah fragmentasi perdagangan dan eskalasi geopolitik dunia, perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tercatat mampu tumbuh 5,11 persen dengan laju inflasi terjaga di level 2,92 persen serta defisit anggaran berada pada angka 2,81 persen terhadap PDB.
Purbaya mengapresiasi DPR RI atas persetujuan terhadap RUU P2 APBN TA 2025.
Ia mengungkapkan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 kembali meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, menjadikannya raihan WTP ke-10 secara berturut-turut sejak LKPP 2016.
"Hal ini menunjukkan konsistensi dan keseriusan pemerintah untuk selalu menjaga akuntabilitas penyelenggaraan keuangan negara. Pemerintah tidak akan berhenti hanya pada pencapaian opini WTP, pemerintah secara konsisten terus berupaya agar informasi di dalam LKPP dapat memberikan manfaat dalam pengambilan kebijakan dan evaluasi perbaikan bagi pemerintah serta menjadi informasi bagi masyarakat secara luas," kata Purbaya.
Atas nama pemerintah, Purbaya menyampaikan penghargaan kepada pimpinan DPR, anggota parlemen, serta Badan Anggaran (Banggar) DPR RI atas kerja sama yang solid dari perancangan hingga pengawasan pertanggungjawaban anggaran.
Purbaya memastikan pemerintah akan menindaklanjuti seluruh masukan dan rekomendasi DPR RI yang telah disepakati dalam undang-undang tersebut.
"Pemerintah terus mencermati dan memperhatikan seluruh usulan rekomendasi dari fraksi-fraksi DPR yang telah disepakati menjadi bagian dari undang-undang P2 APBN tersebut. Kami meyakini bahwa seluruh rekomendasi masukan-masukan dan saran tersebut akan sangat bermanfaat bagi pemerintah di dalam memperbaiki kualitas pengelolaan APBN dan keuangan negara," kata Purbaya. (Febrina Ratna Iskana)