ECONOMICS

Purbaya Diskusi dengan Ekonom Bahas RAPBN 2027, Bicara Soal Kepatuhan Pajak

Anggie Ariesta 26/08/2026 22:30 WIB

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar diskusi interaktif antara Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dengan para analis dane ekonom.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar diskusi interaktif antara Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dengan para analis dane ekonom. (Foto: Dok. Kemenkeu)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar diskusi interaktif antara Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dengan para analis dan ekonom di Aula Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Pertemuan tersebut digelar secara tertutup. 

Pertemuan diselenggarakan untuk menyerap masukan serta menyelaraskan persepsi terkait perkembangan ekonomi terkini dan arah kebijakan fiskal tahun depan secara adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan, terutama terkait dengan proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Purbaya secara khusus menyoroti strategi pemerintah dalam mengumpulkan pajak seiring meningkatkan target pendapatan pada tahun depan. Dia mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus memastikan kepatuhan wajib pajak (WP) dalam membayar kewajibannya.

“Dengan kondisi sekarang, kita bisa sukses kalau efisiensi tax collection (penarikan pajak) diperbaiki. Dalam tujuh-delapan bulan terakhir ini tax tumbuh, padahal saya tidak naikkan tax rate (tarif pajak), tapi saya pastikan orang kerja dalam kondisi baik. Ini yang akan terus saya lakukan ke depan, kita perbaiki cara mereka mengumpulkan pajak dengan berperilaku lebih baik. Yang kedua, kalau ekonomi tumbuh lebih cepat, dengan tax collection yang sama juga tax akan tetap naik,” kata Purbaya.

Dalam forum tersebut, Purbaya menegaskan stabilitas kondisi fiskal, moneter, serta sektor keuangan nasional pada kuartal II-2026 tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik dan volatilitas pasar keuangan global.

Pemerintah optimistis APBN mampu terus menjadi shock absorber perekonomian hingga akhir tahun 2026, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam merancang RAPBN 2027 yang menargetkan akselerasi ketahanan pangan, hilirisasi, dan penguatan sumber daya manusia.

Untuk mengoptimalkan pendapatan negara pada tahun depan, Purbaya mengonfirmasi bahwa pemerintah bakal mengandalkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan, alih-alih menaikkan tarif pajak.

“Diversifikasi (pembiayaan) akan kita lakukan, kita akan diversifikasi untuk menjaga resourcing pembiayaan surat utang kita. Kita masih bisa jaga stabilitas, saya bisa jaga stabilitas surat utang lebih baik, artinya stabilitas ekonomi juga lebih baik,” katanya.

Purbaya menyampaikan bahwa penetapan target defisit pada RAPBN 2027 dirancang untuk memelihara kesehatan dan kelangsungan anggaran negara. Batas defisit yang terukur bakal memberikan ruang fiskal memadai bagi pendanaan program strategis, sekaligus menjaga kepercayaan investor agar rasio utang nasional tetap terkendali.

Langkah pendalaman pembiayaan juga ditempuh guna mengamankan kebutuhan pembiayaan pasar perdana surat utang negara. Melalui penguatan kolaborasi bersama analis dan pemangku kepentingan pasar keuangan, Kemenkeu berupaya memastikan seluruh risiko makroekonomi dapat dimitigasi sejak tahap perencanaan anggaran.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE